Benarkah Berpuasa Dapat Membunuh Cacing Dalam Tubuh?

Kebersihan yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempermudah penyebaran infeksi cacing.

Benarkah Berpuasa Dapat Membunuh Cacing Dalam Tubuh?
wilujeng puspita dewi
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr Bambang Singgih Sp PD saat mengisi Seminar Awam di RS telogorejo Kota Semarang, yang dipandu oleh Dinda Permatasari. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Kebersihan yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempermudah penyebaran infeksi cacing.

Penyakit cacingan tidak hanya berisiko dialami oleh anak-anak, namun juga oleh orang dewasa.

Penyakit cacing merupakan salah satu penyakit yang susah dihilangkan. Hal tersebut lantaran cacing sangat mudah berkembang biak di dalam tubuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Rumah Sakit Telogorejo kota Semarang, Jawa Tengah, Dr Bambang Singgih Sp PD, Sabtu (19/5/2018).

"Cacing itu mudah sekali berkembang biak di tubuh, harus ditangani dengan pemeriksaan laborat dan dokter ahlinya. Apakah itu cacing pita, tambang, kremi atau cacing gelang" ungkapnya.

Selama ini, beredar mitos bahwa cacing dalam tubuh bisa mati saat seseorang rutin menjalankan puasa.

Saat berpuasa, konon sari makanan yang biasa diserap cacing kremi akan berkurang, sehingga membuatnya mati.

Namun, dokter Singgih menampik hal tersebut.

"Cacing itu mereka menembus lapisan usus dan menyedot darah dari usus. Selama ada darah, cacing masih bisa hidup. Mereka menyerap sari makanan dari darah, bukan memakan langsung sisa sisa makanan," tandasnya.

Jangankan berpuasa, bahkan Dr Bambang membeberkan, meminum obat cacing yang selama ini beredar di pasaran saja, bukanlah solusi untuk menghilangkan cacing.

"Cacing memang hilang, tapi hanya sementara waktu. Pada kesempatan lain ia akan berbiak lagi," ungkapnya

Untuk menghilangkan cacing harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu di Laboratorium.

"Setelah laborat diketahui jenis cacingnya, baru dokter yang menentukan obat dan dosisnya," ungkapnya. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help