OPINI: Menyelamatkan Keperawanan Karimunjawa

Temuan tersebut dituangkan dalam Laporan Kerusakan Terumbu Karang Karimunjawa sebagaimana diunggah di laman resminya

OPINI: Menyelamatkan Keperawanan Karimunjawa
Tribun Jateng

Oleh RIBUT LUPIYANTO

Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

TRIBUNJATENG.COM - Temuan lapangan yang mengejutkan baru saja dirilis Greenpeace Indonesia (GI). Temuan tersebut dituangkan dalam Laporan Kerusakan Terumbu Karang Karimunjawa sebagaimana diunggah di laman resminya. Karimunjawa menjadi lokasi terakhir dari tur Jelajah Harmoni Nusantara di Indonesia. GI membuktikan adanya perusakan objek wisata terumbu karang oleh kapal pendatang.

GI dalam laporannya mengungkapkan bahwa perusakan telah terjadi sejak awal 2017. Kapal-kapal yang merusak disebutkan adalah kapal pengangkut batu bara dari Kalimantan. Selain itu juga ada kapal yang mengangkutcraneke Pare-Pare. Upaya pengaduan telah dilakukan GI ke DPRD Jawa Tengah guna membentuk panitia khusus membahas perusakan tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diklaim juga sudah mengetahui tentang perusakan. Sayangnya belum ada langkah nyata menjadikan kasus ini sebagai kondisi darurat. Tanggap darurat penyelamatan mendesak dilaksanakan guna menyelamatkan dan mengembalikan keperawanan ekosistem terumbu karang Karimunjawa.

Terumbu Karimunjawa

Luasan ekosistem terumbu karang di Karimunjawa mencapai 713,11 hektar atau 54,64 persen hingga tahun 2009 (BTNK, 2017). Sebagaimana diketahui, terumbu karang merupakan salah satu ekosistem utama pesisir dan laut. Terumbu karang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur khususnya jenis-jenis karang batu dan algae berkapur.

Ekosistem terumbu karang memiliki nilai ekologis, ekonomis, hingga sosial yang tinggi.Manfaat terumbu karang secara ekologi antara lain sebagaipenunjang kehidupan, sumber keanekaragaman hayati yang tinggi, pelindung pantai dan pesisir, mengurangipemanasan global. Manfaat terumbu karang secara ekonomi antara lain sebagai sumber makanan, sumber bahan dasar untuk obat dan kosmetik, sebagai objek wisata, sumber mata pencaharian, serta sumber bibit budidaya. Sedangkan secara sosial, manfaat terumbu karang adalah sebagai penunjang kegiatan pendidikan dan penelitian serta sarana rekreasi masyarakat (Alamendah, 2015).

Ekosistem terumbu karang Karimunjawa memiliki tiga tipe. Yaitu terumbu karang pantai (fringing reef), penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Ikan di ekosistem terumbu karang Karimunjawa tergolong unik dan merupakan jenis peralihan antara ikan perairan Kepulauan Seribu dan perairan Bali (Marnane dkk, 2003). Keanekaragamannya juga tergolong tinggi dibandingkan perairan lain di Pulau Jawa. Sayangnya berbagai jenis ikan tersebut terus mengalami penurunan signifikan.

Terumbu karang rentan terjadi kerusakan baik karena alam maupun manusia. Faktor alam antara lain oleh predasi, hama penyakit, dan perubahan musim. Sedangkan kegiatan manusia yang merusak antara lain penangkapan ikan eksploitatif dengan apotas, pengeboman dan sejenisnya serta karena pergerakan kapal sebagaimana di ulas di atas.

Laporan GI (2018) menyimpulkan bahwakerusakan terumbu karang yang terjadi di Karimunjawa akibat transportasi kapal tongkang batubara dapat dikategorikan cukup parah. Dari ketiga lokasi yang diteliti GI, tutupan karang yang mati cukup luas. Antara lain di Pulau Tengah 59,7 persen, Legon Bajak mencapai 47,2 persen, dan Pulau Cilik sebesar 22 persen.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help