18 Tahun Rumah Singgah ABK Bina Bunda Milik Annie Avantie Berdiri, Melayani Tanpa Henti

Para ABK bisa belajar berbagai kreativitas mulai dari menyanyi, bermain alat musik, menari,hingga membuat kerajinan tangan (handycraft).

18 Tahun Rumah Singgah ABK Bina Bunda Milik Annie Avantie Berdiri, Melayani Tanpa Henti
Tribun Jateng/Hesty Imaniar
Annie Avantie pemilik Rumah Kursus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bina Bunda, Semarang tengah menggendong anak-anak di rumah singgah tersebut, bersama ibu dan istri Wali Kota Semarang, Tia Prihadi, Minggu (20/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sundarsih (40), warga Weleri, Kendal bersama putra tercintanya Igo (7) yang selam 5 tahun mengidap hydrocephalus tampak terharu.

Yakni ketika banyak orang yang berkunjung di Rumah Singgah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bina Bunda, yang ada di Jalan Sanggung Barat Nomor 3B, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang, Minggu (20/5/2018).

Sundarsih yang sudah bertahun-tahun itu menemani sang buah hatinya yang tengah sakit, nampak terus berusaha tegar, ketika beberapa orang ingin menggendong putra tercintanya itu.

"Sudah sejak Igo berusia 3 bulan, dia mulai terlihat sakit Hydro dan Maningolel, gejala yang ada pada pengidap Hydrocephalus. Sejak itu, ia saya rawat di rumah, dan beberapa kali bolak balik ke rumah sakit, bahkan pernah sempat dioperasi," katanya.

Meski sudah beberapa kali mendapatkan penanganan medis, Igo tetap saja tidak nampak perubahan kondisi yang baik pada diri Igo.

Sundarsih juga mengaku sempat mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari lingkungan rumahnya itu. 

Kini, setelah mengathui bahwa desainer kenamaan Annie Avantie, memiliki rumah singgah untuk para ABK, Sundarsih pun memutuskan untuk berada di rumah singgah itu.

"Anak saya sempat dikucilkan di rumah, bahkan anak-anak seusianya tidak mau bermain, apalagi menyapa anak saya. Bahkan, ada tetangga yang sampai meludah di depan saya dan anak saya, sakit hati ini, akhirnya saya memutuskan untuk kemari," ujarnya, sembari mengusap air mata.

Setelah sesampainya dia ke rumah singgah Bina Bunda yang telah berdiri selama 18 tahun itu, ia mendapatkan kekuatan untuk terus merawat Igo, putra tercintanya.

Halaman
123
Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved