Opini

Generasi Sadar Investasi

Generasi Sadar Investasi. Opini ditulis oleh Henry Tri Atmaja, Alumnus Pascasarjana Undip

Generasi Sadar Investasi
tribunjateng/CETAK
Generasi Sadar Investasi. Opini ditulis oleh Henry Tri Atmaja, Alumnus Pascasarjana Undip 

Opini ditulis oleh Henry Tri Atmaja, Alumnus Pascasarjana Undip

TRIBUNJATENG.COM - Kebutuhan setiap orang dimasa depan akan semakin meningkat. Sejak kecil, seseorang diajarkan menyimpan uang untuk mempersiapkannya. Uang yang terkumpul diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dimasa yang akan datang.

Uang yang disimpan memang bertambah jumlahnya, tetapi menurun nilainya. Menurunnya nilai uang dikarenakan tergerus inflasi. Inflasi merupakan kenaikan harga-harga barang. Dahulu dengan uang Rp50 sudah bisa membeli satu buah permen. Saat ini dengan uang yang sama tidak bisa mendapatkan satu buah permen.

Data BPS menyebutkan inflasi tahun 2017 sebesar 3,61%, dan tahun ini diproyeksikan sebesar 3,5±1%. Efek inflasi inilah yang menurunkan nilai uang apabila uang yang dimiliki hanya didiamkan begitu saja. Yang berlangsung setiap tahun. Makanya ada istilahtime value of money. Waktu adalah nilai uang.

Bila menyimpan uang dalam deposito dengan bunga 4,5% pertahun sementara inflasi setahun sebesar 3,5%, imbal hasil deposito hanya memberikan selisih kenaikan daripada tingkat inflasi yaitu 1%. Lalu, bagaimana mempersiapkan rencana keuangan untuk memenuhi kebutuhan dimasa depan seperti membeli rumah, pendidikan, kendaraan, dan lain-lain.

Ada temuan yang menarik dari survei yang dilakukan rumah123 pada akhir tahun 2016 lalu. Survei dilakukan untuk mengetahui kemampuan generasi milenial membeli rumah. Dalam survei tersebut disebutkan bahwa generasi milenial diprediksi akan sulit memiliki rumah atau terancam jadi “gelandangan” dalam beberapa tahun ke depan.

Pada 2020, hanya 5% kaum milenial yang sanggup membeli rumah. Sisanya 95% tak memiliki tempat tinggal (detik.com, 27/11/2017).

Padahal generasi ini merupakan penerus bangsa. Rata-rata kenaikan harga rumah yang sangat tinggi dan gaya hidup yang cenderung boros menjadi penyebab utamanya.

Siapa yang dimaksud generasi milenial?

Menurut Wikipedia, generasi milenial merupakan mereka yang lahir pada awal 1980-an sebagai awal kelahiran dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Saat ini generasi milenial mendominasi penduduk Indonesia. Para ahli menyebutnya sebagai bonus demografi.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help