Ganjar Berharap Santri Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Ganjar berujar Jawa Tengah diperkirakan mendapat bonus demografi pada tahun 2025-2030.

Ganjar Berharap Santri Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0
daniel ari purnomo
Ganjar Pranowo mengunjungi Pondok Pesantren Wasilatul Huda, Bugangan Taman Gede, Gemuh, Kendal, Selasa (22/5/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ganjar Pranowo berharap para santri menjadi pengusaha serta menciptakan lapangan pekerjaan. Bukan sekadar buruh.

Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 itu mengatakan Indonesia sedang menuju Revolusi Industri 4.0.

"Revolusi industri opo sih kui? Jadi gini, nanti apa-apa serba online. Beli buku ya online. Baju-baju ya online," kata dia saat berceramah di hadapan para santri Pondok Pesantren Wasilatul Huda, Bugangan Taman Gede, Gemuh, Kendal, Selasa (22/5/2018) malam.

Ganjar berujar Jawa Tengah diperkirakan mendapat bonus demografi pada tahun 2025-2030.

Apa artinya? Dia menjawab sebuah fenomena jumlah penduduk usia produktif sangat besar.

"Tinggal lihat saja, apakah mereka (calon pekerja) akan menjadi buruh atau enterpreneur (pengusaha)? Santri di sini harus jadi pengusaha ya?"kata Ganjar diamini para santri.

"Nanti jadi seperti Pak Dahlan Iskan. Tahu kan? Beliau dulu juga sama kayak kamu-kamu, lalu di IAIN, terus jadi pengusaha yang sukses," sambungnya.

Jangan Mau Dipengaruhi Ajaran Sesat

Ganjar menambahkan para santri semestinya menjadi contoh teladan dan menciptakan kerukunan dalam masyarakat.

Politisi PDIP itu mencontohkan kehidupan peraih nobel perdamaian pada tahun 2014, Malala Yousafzai.

Secara singkat, Ganjar menceritakan Malala sempat ditembak di kepala dan leher oleh kelompok Taliban, karena bersekolah.

"Peluru akan membunuh teroris, tetapi pendidikan akan mengatasi teroris. Itu kata-katanya yang bagus dan selalu saya ingat,"tutur Ganjar.

Alumnus UGM itu pula berpesan para santri dan santriwati agar menolak terpengaruh ajaran sesat.

"Jaman sekarang ada brainwash (pencucian otak) yang dimanfaatkan untuk aksi teror, pengeboman. Brainwash itu cukup 30 menit," kata Ganjar. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help