Warga Kaget, Ada Wayang Orang Bagikan Takjil di Sekitar Pasar Bandungan Semarang

Puluhan wanita dan pria berpakaian adat ataupun mengenakan kostum ala wayang orang

Warga Kaget, Ada Wayang Orang Bagikan Takjil di Sekitar Pasar Bandungan Semarang
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Puluhan wanita dan pria berpakaian adat ataupun mengenakan kostum ala wayang orang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Puluhan wanita dan pria berpakaian adat ataupun mengenakan kostum ala wayang orang, hingga nampak sosok Reog yang berkeliling membagikan sebungkus makanan berbuka puasa atau takjil di sekitar Pasar Bandungan pada Sabtu (26/5) sore.

Pemandangan tak biasa tersebut menyedot perhatian ratusan orang yang kebetulan lewat di Jalan Sukorini.

Tika (25) warga Bandungan yang kebetulan sedang keluar bersama anaknya untuk membeli menu berbuka puasa merasa kaget atas kehadiran sosok-sosok yang tak biasa berada di pasar.

Namun rasa penasaran justru membuatnya berhenti dan menikmati aksi membagikan takjil dan penampilan kesenian yang dihadirkan.

"Hiburan sambil menunggu berbuka puasa," ujarnya yang juga mendapatkan dua bungkus takjil dari lakon yang menghampirinya.

Dijelaskan oleh Bowo Sulaksono selaku Ketua Seni dan Budaya Junggul, Bandungan, kegiatan tersebut dalam rangka mengisi aktivitas di bulan Ramadan.

Paguyuban Reog dan Jaranan Saru Utomo Junggul Bandungan mengadakan bagi-bagi takjil pada para pengguna jalan yang melintasi Jalan Sukorini atau sisi utara Pasar Bandungan.

"Kami mengusung tema 'Menjaga Perbedaan, Merawat Kebersamaan'," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga didukung oleh Karang Taruna Junggul, Sanggar Tari Puspita Kencana, dan Banser NU Bandungan.

Mereka membagikan 500 bungkus takjil berwujud jenang tradisional, kurma, kolak, dan sup buah.

Diterangkan oleh Bowo, takjil tersebut merupakan hasil patungan dari kas reog Sari Utomo, iuran sukarela anggota Karang Taruna Junggul Bandungan, dan sumbangan kurma dari Banser Nu.

Terkait tema acara yang berjudul 'Menjaga Perbedaan, Merawat Kebersamaan', Bowo mengatakan di Kampung Junggul terdiri atas berbagai macam perbedaan, baik suku, sosial, ekonomi, dan yang paling menonjol ialah perbedaan agama dan keyakinan.

Meski pun berbeda dalam berbagai aspek, namun warga Junggul sepakat untuk menjaga serta merawat kebersamaan agar tidak luntur dan tetap terjalin hubungan yang harmonis.

"Kami berkomitmen agar segala perbedaan tetap menjadikan masyarakat Kampung Junggul tetap harmonis dan terus merawat kebersamaan," pungkas Bowo.(*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved