Disdik Kota Semarang Secara Bertahap Latih Guru Susun Materi HOTS

Dari sisi kesiapan menghadapi jenis soal HOTS atau High Order Thinking Skills tersebut memang belum seluruhnya dilatihkan kepada para guru

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang secara tidak langsung mengamini apabila hasil pelaksanaan ujian nasional (UN) di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meskipun kami belum pegang data pastinya. Ini kami sedang menunggu laporan rekapitulasi dari tiap sekolah. Tetapi jika secara lisan, sebagian sekolah sudah menyampaikannya kepada kami,” kata Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang Sutarto.

Ditemui Tribunjateng.com, Senin (28/5/2018) di kantornya, Sutarto mengutarakan, penurunan nilai tersebut bahkan tidak terjadi di tingkat SMP.

Tetapi juga pada hasil UN SMA 2018.

Dimana itu pun telah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.

“Pak Gatot --Gatot Bambang Hastowo-- saat menyerahkan hasil UN SMP Tahun 2018 kepada kami menyampaikan hal itu. Dimana intinya, memang menurun dan itu menjadi bagian evaluasi bersama ke depannya,” ucap Sutarto.

Dari sisi kesiapan menghadapi jenis soal HOTS atau High Order Thinking Skills tersebut memang belum seluruhnya dilatihkan kepada para guru, khususnya di Kota Semarang. Menurutnya, masih beberapa guru.

“Memang baru sebagian guru yang telah memahami dan dilatih berkaitan dengan jenis-jenis soal HOTS tersebut. Itu sebagai Trainer of Training (ToT) yang telah kami laksanakan pada Maret 2018 lalu. Memang terlambat,” ucapnya.

Dan bagi Disdik Kota Semarang, lanjutnya, secara umum hasil UN 2018 yang menerapkan konsep HOTS tersebut belum sepenuhnya bisa dijadikan bahan evaluasi. Di tahun ini secara bertahap akan diperkenalkan dan diintensifkan.

“Harapannya pada penyelenggaraan UN tahun berikutnya, para guru sebagian besar sudah paham dan siap ketika menyusun soal-soal HOTS tersebut. Sehingga sepenuhnya atau total bisa dievaluasi apa yang kurang atau belum optimal,” tandasnya.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help