Ramai Diperbincangkan 'Ponsel Gaib', Ini Penjelasan Pengamat

Beberapa tipe terbaru smartphone dari brand tertentu cukup sulit ditemukan di pasaran, hingga label 'Ponsel Gaib' pun disematkan.

Ramai Diperbincangkan 'Ponsel Gaib', Ini Penjelasan Pengamat
net
Asus Zenfone 5 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa tipe terbaru smartphone dari brand tertentu cukup sulit ditemukan di pasaran, hingga label 'Ponsel Gaib' pun disematkan.

Istilah tersebut bahkan sedang marak diperbincangkan di media sosial belakangan ini sebab konsumen yang merasa sulit mendapatkan ponsel yang dijual lewat mekanisme flash sale di toko online.

Pada gerai resmi pun tak jauh beda, beberapa jenis ponsel terbaru masih sulit didapatkan.

Label 'Ponsel Gaib' belakangan ini disematkan kepada Asus dan Xiaomi yang cukup sulit ditemukan produknya.

Contohnya Edi Maryanto, seorang yang mengaku tertarik dengan Asus Zenfone Max Pro M1 dengan RAM 4 dan memori internal 64 GB tak kunjung mendapatkan smartphone incarannya.

"Dulu katanya ready pertengahan Mei di store, tapi hingga saat ini saya masih belum mendapat informasi kapan barang akan datang," jelasnya, Selasa (29/5/2018).

Bahkan dia menambahkan, kalau pun ada barang yang ready di toko, maka produk akan dibanderol lebih mahal dari harga yang telah diumumkan.

Dilansir dari Kompas.com, pengamat gadget Herry SW mengatakan bahwa sejatinya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya istilah 'ponsel gaib' ini, di antaranya yaitu karena perusahaan memang menerapkan strategi hunger marketing di mana pembeli dibuat penasaran dengan stok dan waktu yang terbatas.

Namun khusus untuk 'Ponsel Gaib' belakangan ini, Herry menilai bahwa hal tersebut karena adanya tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Ada beberapa pihak yang bertindak sebagai tengkulak, mengumpulkan ponsel dalam jumlah yang besar lantas dijual lagi ke pasar, yang mengikuti sistem flash sale bukan murni end user," tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa produk yang habis begitu cepat dan diikuti dengan adanya pihak yang menjual, maka bisa terjadi orang yang bermain nakal, pakai joki, botscript, atau nimbun juga.

Keterbatasan produksi juga bisa menjadi hal yang mempengaruhi pembeli sulit mendapatkan ponsel tersebut.

Profesionalisme dari e-commerce yang menjual produk tersebut, menurut Herry dibutuhkan agar fenomena "Ponsel Gaib' tidak terjadi terus menerus.

"Profesionalisme marketplace juga sangat berpengaruh. Ada kejadian sebuah e-commerce membuat flash sale jam 11, tapi jam 10.15 atau 10.45 sudah ada pengguna yang berhasil membeli. Jam 11 malah sudah habis," ungkapnya.(*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help