Lima Tahun Gagal Raih Opini WTP, Ini Kendala Yang Dialami Kota Tegal Sekarang

Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal tahun ini kembali gagal meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK

Lima Tahun Gagal Raih Opini WTP, Ini Kendala Yang Dialami Kota Tegal Sekarang
akhtur gumilang
Pasar pagi saat demo beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal tahun ini kembali gagal meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPK) RI Perwakilan Jawa Tengah.

Kota Tegal harus puas dengan mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2017.

Hasil yang ditorehkan Kota Tegal soal keuangan daerah ini cukup memilukan.

Sebab, daerah tetangga lainnya, seperti Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang  cukup sukses dengan dua kali berturut-turut meraih WTP.

Raihan WDP Kota Tegal pada tahun ini, menambah daftar panjang Kota Tegal yang sejak tahun 2013 harus selalu puas dengan predikat WDP.

"Pjs Walikota Tegal kemaren Senin (28/5/2018) di Semarang. Terakhir dapat WTP tahun anggaran 2012. Setelah itu, Kota Tegal mendapat WDP terus," kata Plt Sekda Kota Tegal, Yuswo Waluyo saat ditemui Tribunjateng.com

Menurutnya, kendala paling serius saat menghadapi pemeriksaan BPK adalah perihal penghitungan aset daerah.

“Keutamaan soal aset tetap.  Baik tanah yang belum sertifikat, bangunan gedung, jalan, irigasi, aset di Disdikbud, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan lainya,” terangnya.

Yuswo mengaku, pencatatan aset kurang maksimal karena ada sekitar ratusan miliar rupiah yang menjadi aset Pemkot namun belum tercatat.

“Sebenarnya, ada banyak aset yang tercatat, namun barangnya tidak ada. Banyak juga yang belum ditelusuri yang nilainya cukup tinggi. Ratusan miliar,” lanjut Yuswo.

Ia mengaku bahwa proses pencatatan di banyak instansi masih dirasa tidak menjadi hal penting.

Setelah mendapatkan pemahaman dari BPK, pihaknya baru merespons dengan penelusuran aset di masing-masing instansi.

"Salah satunya aset besar seperti Pasar Pagi Kota Tegal dan pembagunan kawasan Sport Center. Ini yang harus ditelusuri nilai asetnya," tuturnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help