Mudik Lebaran 2018

Puluhan Perlintasan Kereta Tanpa Penjaga Ditutup Selama ARus Mudik Lebaran

KAI Daop VI mengelola 32 stasiun kereta beserta infrastukturnya yang terhubung dari daerah Sragen, Grobogan, Wonogiri hingga perbatasan Kutoarjo

Puluhan Perlintasan Kereta Tanpa Penjaga Ditutup Selama ARus Mudik Lebaran
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Boneka Zebra dalam Operasi Zebra 2017 yang diadakan oleh Polres Kendal mensosialisasikan bahaya menerobos perlintasan KA di Kaliwungu, Jumat (3/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, KULON PROGO – Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, dan dinas terkait di daerah, menutup 34 jalur perlintasan langsung (JPL) tidak resmi di area kerja KAI Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta.

Perlintasan seperti ini biasanya dibangun oleh warga sendiri dan berkembang cukup ramai tetapi tidak dijaga. Kepala KAI Daop VI, Eko Purwanto mengatakan, penutupan perlintasan itu dilakukan untuk mewujudkan keamanan, baik bagi kereta maupun warga.

“Biar keselamatan perjalanan kereta api dan lainnya bisa terjamin,” kata Eko, Kamis (31/5/2018).

KAI Daop VI mengelola 32 stasiun kereta beserta infrastukturnya yang terhubung dari daerah Sragen, Grobogan, Wonogiri hingga perbatasan Kutoarjo. Pengelolaan juga termasuk 103 JPL yang dijaga dan dilengkapi sarana pendukung, seperti palang pintu, rambu, hingga sinyal. Selain JPL resmi, ada juga jalur perlintasan tidak resmi.

KAI mendata sejumlah 294 JPL tidak resmi tersebut. Jalur perlintasan sendiri merupakan perpotongan antara rel kereta api dengan jalan bagi pengguna lain, terutama motor hingga mobil. Baca juga: Mudik Lebaran, Trafik Kendaraan Masuk Tol Purbaleunyi Diprediksi Naik 14 Persen Eko mengungkapkan, banyak palang pintu yang dibangun warga sendiri dan bisa dikategori sebagai tidak resmi.

Jalur ini kebanyakan dibangun warga. Perlintasan seperti ini memiliki risiko tinggi pada kecelakaan lalu lintas antara kendaraan dengan kereta api, terutama pada perlintasan yang tidak dijaga.

Menjelang arus mudik lebaran pada Juni 2018 mendatang, jadwal keberangkatan kereta akan bertambah. Eko mengungkapkan, ada penambahan 7 jadwal kereta di Daops VI untuk mengimbangi penambahan penumpang antara 7-10 persen pada masa lebaran. Frekuensi kereta melintas di wilayah Daop VI juga akan meningkat Juni nanti.

Pada kondisi normal terdapat 171 kereta melintas. Sedangkan pada arus mudik, jumlah kereta akan ditambah hingga 200 unit dengan rata-rata rentang waktu antara 15 hingga 20 menit.

Kapolda ikut meninjau Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri ikut memantau kesiapan angkutan lebaran kereta api dari Stasiun Tugu ke Wates. Dofiri didampingi Danrem 072/Pamungkas Kolonel Kavaleri Muhammad Zamroni, Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo dan pejabat lainnya saat melaksanakan pantauan itu.

Kapolda menilai, persiapan perlintasan kereta api terbilang baik, termasuk di antaranya pengecekan setiap hari rel dengan jalan kaki hingga penyelesaian perbaikan infrastruktur. Ia pun meyakini arus mudik nanti bakal berjalan lancar. “Kami pastikan selama arus mudik dan lebaran mendatang perlintasan kereta api di DIY bakal tetap aman,” kata Dofiri di Stasiun Wates.

Sama dengan Eko, Dhofiri meminta KAI memperhatikan perlintasan tanpa palang pintu lantaran rawan kecelakaan. “Warga juga seharusnya tahu waktunya kereta melintas, sehingga perlu ada kewaspadaan saat warga melintas,” kata Dofiri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Arus Mudik, Puluhan Perlintasan Kereta Tanpa Penjaga Ditutup",

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved