Sisihkan Keuntungan, PDAM Salatiga Bagikan Sembako ke Tukang Becak, Pesantren dan Panti Asuhan

Memanfaatkan momen bulan Ramadan, PDAM Kota Salatiga menyerahkan bantuan berupa 1800 kilogram beras dan 132 dus mi instan dan tali asih

Sisihkan Keuntungan, PDAM Salatiga Bagikan Sembako ke Tukang Becak, Pesantren dan Panti Asuhan
ponco wiyono

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Memanfaatkan momen bulan Ramadan, PDAM Kota Salatiga menyerahkan bantuan berupa 1800 kilogram beras dan 132 dus mi instan dan tali asih kepada 200 orang pengemudi becak dan delapan pondok pesantren dan panti asuhan di wilayah Kota Salatiga.

Bantuan diserahkan pada Kamis (31/5/2018( di aula kantor PDAM. Walikota Yuliyanto mengatakan, PDAM selaku perusahaan publik dalam bidang pelayanan air kepada masyarakat kota Salatiga, menyisihkan sebagian keutungan sebagai bentuk kepedulian.

"Saya ucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara yang diprakarsai oleh PDAM kota Salatiga ini. Penyerahan bingkisan sembako ini merupakan wujud solidaritas dan cinta kasih pemerintah kota Salatiga melalui PDAM,” Ujar Walikota Yuliyanto.

Dikatakan, kgiatan ini telah dilakukan setiap tahun dan rutin dilakukan. Walikota mengajak hadirin untuk selalu berdoa bersama-sama untuk kemajuan PDAM dalam memberikan pelayanan agar lebih baik lagi ke depan.

”Alhamdullah tahun ini santunan mengalami kenaikan 10% dibandingkan dengan tahun lalu. Semoga PDAM bisa bangkit dan semakin jaya sehingga keuntungan bisa meningkat lagi. Jadi berasnya yang biasanya lima kilo bisa ditambah menjadi 10 kilo, ini menjadi tanda tresna kepada bapak ibu,” tambahnya.

Di sisi lain, Yuliyanto mengajak pengemudi becak untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan dan untuk selalu parkir dengan baik sehingga lalu lintas akan lancar.

Bantuan Sembako PDAm Salatiga
Bantuan Sembako PDAm Salatiga (ponco wiyono)

Pada kesempatan sama, direktur PDAM Kota Salatiga, Samino mengatakan pengemudi becak yang berjumlah 200 orang ini nantinya akan menerima bantuan beras sebanyak 1000 kilo beras dan 84 dus mi instan, dan masing-masing akan mendapat lima kilo beras. Kemudian untuk masing-masing panti asuhan dan pondok pesantren yang berjumlah delapan tempat akan mendapat sebanyak 100 kilo dengan 6lenam dus mi instan.

"Jadi total bantuan yang diberikan adalah sebanyak 1800 kilo beras dan 132 dus mi instan denga ditambah uang tali asih," tuturnya.

Ketua paguyuban tukang becak Salatiga Bagong mewakili rekan-rekan menyatakan terimakasihnya. Menurutnya pemerintah kota Salatiga dan PDAM telah menunjukkan perhatian kepada para pengemudi becak melalui bantuan ini.

"Bantuan ini sangat berguna demi keperluan rumah tangga kami. Tentu saja kami doakan PDAM semakin jaya ke depannya," jelas Bagong. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved