Bagaimana Para Rektor Memaknai Hari Lahir Pancasila, Berikut Pernyataan Mereka

Bagaimana Para Rektor Memaknai Hari Lahir Pancasila, Berikut Pernyataan Mereka, 1 Juni 2018

Bagaimana Para Rektor Memaknai Hari Lahir Pancasila, Berikut Pernyataan Mereka
Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mendapat Penghargaan yang diberikan langsung oleh Rektor Unnes Fathur Rokhman dalam Upacara Dies Natalis UNNES ke-53 di Auditorium Gedung Prof Wuryanto, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (29/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2018 ini merupakan momentum untuk merenungkan dan membudayakan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai cawan sekaligus filter bagi kehidupan berbangsa.

Pernyataan itu diutarakan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi saat dimintai komentar terkait pemaknaan Hari Lahir Pancasila pada Jumat (1/6/2018).

Kepada Tribunjateng.com, Jumat (1/6/2018), Prof DR Masrukhi menjabarkan, yang dimaksud sebagai cawan adalah di atas Pancasila seyogyanya masyarakat, tidak terkecuali civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi dapat terus membangun kehidupan yang harmonis.

“Dalam kebhinekaan dan dari nilai-nilai yang tertuang pada Pancasila itu dapat dijadikan sebagai daya saring masuknya nilai-nilai asing dalam kehidupan berbangsa di Indonesia ini,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (1/6/2018), menilai, Pancasila itu adalah gagasan luar biasa besar dan otentik. Bahkan setiap kali dirinya membaca atau mendengar pidato Bung Karno (Soekarno), selalu terdecak kagum.

“Soekarno dan tokoh-tokoh lain yang bersidang dalam merumuskan dasar negara adalah tokoh cerdas, memiliki kecerdasan luar biasa. Wawasannya tentang filosofi kenegaraan, sosial budaya, serta keagamaannya sangat luar,” tuturnya.

Menurutnya, komitmen para tokoh tersebut untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang adil serta makmur tidak bisa lagi diragukan. Dan mungkin perlu disadari pula, dalam penyusunan Pancasila itu juga melibatkan para ulama.

“Jadi, selain berdimensi kemanusiaan, Pancasila juga memiliki dimensi spiritual yang sangat kuat. Sehingga Pancasila menjadi dasar negara yang sangat kuat serta komplit. Pancasila bisa menjadi panduan agar bisa bersama-sama mewujudkan bangsa dan negara yang ideal,” ucap Fathur.

Ucapan lain pun disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Dr Musahadi. Baginya, Hari Lahir Pancasila seyogyanya bisa menjadi pengingat kembali.

“Dimana kala itu ada perdebatan panjang pencarian ideologi negara dan Indonesia secara konsensus telah menemukan ideologi yang luar biasa, digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang menyatukan berbagai keragaman,” tandasnya.

Musahadi menambahkan, ideologi Pancasila ini dikagumi oleh dunia dan perdebatan tentang hal tersebut sudah final. Sehingga sudah tidak perlu lagi mundur ke belakang. Alangkah baiknya, gunakan waktu dan energi bangsa ini untuk melaju ke depan.

“Dimana semua itu untuk bersama-sama mencapai kesejahteraan serta kemakmuran bersama. Itu mungkin yang perlu dipahami kembali. Sejarah tidak boleh dilupakan. Dari sejarah itu menjadi bekal kuat untuk menatap yang lebih baik bagi bangsa ini,” tutupnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved