Permintaan Emping Mlinjo Meningkat, Ruliah Kerjakan 200 Buruh Dadakan

Menjelang hari raya idul fitri permintaan emping mlinjo meningkat, sehingga pengepul emping melinjo harus mengejar permintaan pasar.

Permintaan Emping Mlinjo Meningkat, Ruliah Kerjakan 200 Buruh Dadakan
dina indriani
Ruliah saat mengepak melinjo untuk diberikan kepada para buruh deplok di tempatnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Menjelang hari raya idul fitri permintaan emping mlinjo meningkat, sehingga pengepul emping melinjo harus mengejar permintaan pasar.

Satu di antaranya pengepul emping melinjo Dukuh Tlogowungu, Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Ruliah.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat, Ruliah mempekerjakan 200 buruh dadakan untuk mendeplok melinjo yang menjadi bahan dasar emping.

"Alhamdulillah saat saat ini menjelang lebaran permintaan emping meningkat, untuk melinjonya saya dapatkan dari Jakarta kemarin sekitar 75 karung, satu karungnya 120 kilogram. Dengan sebanyak itu, saya kualahan sehingga membuka buruh dadakan untuk mendeplok melinjo, rata-rata ibu rumah tangga," tuturnya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di tempatnya.

Ia mengatatakan bahwa setiap hari buruh datang ke tempat pengepulannya untuk membawa melinjo dan dibawa ke rumah untuk dideplok.

"Kalau di tempat saya ini tidak cukup, ini sudah agak penuh karung-karung melinjo dan di halaman belakang untuk menjemur, jadi sistemnya ambil bawa pulang deplok di rumah kemudian setor lagi untuk proses jemur," ujarnya.

Dalam sehari Ruliah bisa mengeluarkan Rp 3 Juta untuk upah para pendeplok.

"Upah juga saya sesuaikan naik, satu kilogram sekarang dihargai Rp 9 Ribu, kalau dulu Rp 6 Ribu, sehari untuk upah setor mlinjo saya bisa keluarkan Rp 3 Juta," ujarnya.

Permintaan emping melinjo miliknya juga laris pesanan dari berbagai daerah yang Ia pasarkan yaitu di Bali, Tegal, Probolinggo, Banyuwangi, Brebes.

"Untuk permintaan saat ini sehari bisa rata-rata tiga sampai empat kwintal dari berbagai daerah paling jauh sampai ke Bali," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help