Ramadan 2018

HALAQAH: Perempuan Boleh Salat Tarawih Sendiri?

Pak Kiai, bolehkan perempuan salat Tarawih tidak berjamaah (sendiri)? Jika boleh hukumnya apa, menurut siapa, dan dalilnya apa?

HALAQAH: Perempuan Boleh Salat Tarawih Sendiri?
antara
Salat Tarawih 

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pak Kiai, bolehkan perempuan salat Tarawih tidak berjamaah (sendiri)? Jika boleh hukumnya apa, menurut siapa, dan dalilnya apa? Terima kasih.

Jawaban :

Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh.
Penanya dan Pembaca yang budiman,
Allah SWT memberikan keistimewaan dan keutamaan di bulan Ramadan ini yang digelar untuk kita semua, selain tentu saja kewajiban berpuasa di siang harinya sebagai bagian dari Rukun Islam. Untuk itu semua, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat, baik bagi ibadah wajib (fardhu) ataupun sunnah di Ramadhan ini.

Diantara ibadah sunnah tersebut ialah menghiasi malam bulan Ramadan dengan Salat Tarawih, sebagai bagian Qiyam Ramadan yang sebagaimana dalam hadis, “Barangsiapa mendirikan (salat sunnah pada malam) bulan Ramadan karena keimanan dan mengharap ke-ridha-an Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR. al Bukhori/38; Muslim/759).

Salat Tarawih ini termasuk kategori salat sunnah yang hanya dilakukan di Ramadan, bukan bulan yang lain. Tarawih ini termasuk salat sunnah yang dalam menjalankannya disunahkan dan lebih utama berjamaah, sekalipun menjalankannya dengan sendirian (tak berjamaah) tetap saja sah. (al Muhadzab fi Fiqh al Imam al Syafi’i/84).

Hal ini, merujuk dari riwayat Abdurrahman bin Abd al Qari dan al Buwaithi, bahwa Umar ibn al Khathab memerintahkan Ubay ibn Ka’ab untuk memimpin Tarawih di masjid bersama umat yang pada waktu itu salat sendiri-sendiri (HR. al Bukhori/906; al Muhadzab/84). Tarawih pada waktu itu dilakukan dengan 20 rakaat dan dengan 1 salam dalam setiap 2 rakaat. (al Baihaqi: 2/496; al Muwatho’: 1/115).

Berdasarkan urian tersebut, seorang perempuan menjalankan Tarawih tak berjamaah tetap saja sah, namun yang lebih baik, jika tidak ada udzur tentu saja lebih baik berjamaah bersama-sama di masjid untuk menambah syiar masjid di Ramadhan, karena memakmurkan masjid juga bagian dari perintah agama kita.
Demikian jawaban dari kami semoga bermanfaat. Terima kasih. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Dr KH Abu Choir
Sekretaris PW RMI-NU Jateng
Pengasuh Pondok Pesantren Darur Ridhwan Al-Fadholi Pati

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved