Tadarus

Bolehkah Belajar Agama melalui Kanal Yuotube?

Berikut ini adalah tanya jawab seputar Ramadan yang dimuat di koran Tribun Jateng edisi Minggu 3 Juni halaman Happy Ramadan.

Bolehkah Belajar Agama melalui Kanal Yuotube?
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Abah KH. Ahmad Naqib Noor Rozi memimpin kegiatan Semaan Alquran setiap hari usai sholat Dzuhur hingga menjelang sholat Asar di Masjid Agung kauman Kota Semarang, Kamis (17/5). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini adalah tanya jawab seputar Ramadan yang dimuat di koran Tribun Jateng edisi Minggu 3 Juni halaman Happy Ramadan.

Assalamu alaikum wr wb, saya tertarik mempelajari hal-hal keislaman belakangan ini melalui video Youtube. Menurut saya, penjelasan di Youtube lebih mudah dipahami daripada membaca buku. Sementara untuk menghadiri majelis taklim, saya tidak tahu musti ke mana, karena tidak ada kenalan serta keterbatasan waktu. Bagaimana Pak Ustadz, orang yang belajar agama lewat Youtube?

Jawaban:

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pembaca yang budiman,

Patut disyukuri, bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini memberikan kita berbagai kemudahan hidup dalam berbagai bidang, termasuk bidang kajian keagamaan.
Berbagai kemudahan tersebut memberikan berbagai pilihan kajian keagamaan sesuai kebutuhan dari berbagai kanal informasi media sosial, seperti Youtube, Facebook, dll. yang serba cepat dan siap saji (instan).
Namun demikian, kita tetap harus bijak menggunakan media sosial sebagai sumber rujukan kajian keislaman kita. Karena beragama tidak sekedar mendapat jawaban berbagai persoalan, tetapi kredibilitas, otentisitas, dan akuntablititas dari jawaban tersebut perlu juga menjadi ukuran.

Apalagi di media sosial saat ini bertebaran Ustadz dadakan yang tidak jelas track recordnya dalam belajar agama Islam, sehingga sangat mudah tergelincir pada kesalahan.

Ibnul Mubarak berkata “Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 No. 32).

Belajar agama lewat guru (Ulama/Kyai) adalah wajib hukumnya, karena bagian dari rangkaian sanad tersebut.

Karena mempelajari ilmu (apalagi ilmu keislaman) degan diri sendiri tanpa adanya seorang guru yang membimbing dan bertanggungjawab, akan menjadikan seseorang mudah tergelincir pada kesalahan, karena lebih cenderung menuruti hawa nafsu.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved