Lawan Paham Radikal, Sekolah Bilingual Semesta Ajak Tokoh Lintas Agama Berbuka Bersama

Sekolah Bilingual Semesta mengajak tokoh lintas agama untuk bebuka bersama dan sarasehan di Hotel Semesta

Lawan Paham Radikal, Sekolah Bilingual Semesta Ajak Tokoh Lintas Agama Berbuka Bersama
ISTIMEWA
General Manager Sekolah Bilingual Semesta, Mehmed Cetin menyampaikan sambutan dalam buka bersama lintas agama. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk menyamakan presepsi dalam memerangi terorisme, Sekolah Bilingual Semesta mengajak tokoh lintas agama untuk bebuka bersama dan sarasehan di Hotel Semesta, Sabtu (2/6/2018) lalu.

Dalam buka bersama dan sarasehan tersebut hadir pemuka agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha.

Mereka duduk dalam satu meja, menyantap makanan bersama dan sepakat terorisme yang ada di Indonesia dilakukan oleh segelintir kelompok radikal yang mengatasnamakan agama.

“Banyaknya aksi-aksi kemarin, membuat kegaduhan ditengah masyakat. Kami sebagai insitusi pendidikan, mengajak tokoh dari agama lain untuk melakukan dialog agar tidak ada yang saling menyalahkan demi mejaga kerukunan antar umat beragama,” kata General Manager Sekolah Bilingual Semesta, Mehmed Cetin, dalam press rilis yang dikirim Minggu (3/6/2018).

Ia berpendapat sudah menjadi tugas dari setiap pemeluk agama untuk tetap menjaga kerukunan. Pemuka agama juga punya kekuatan untuk menjauhkan paham-paham radikal agar tidak berkembang dan diyakini umatnya.

“Dengan bukber ini kita tunjukan bahwa Islam itu damai, kita bisa duduk bersama dengan umat lain. Plularisme dan tidak bisa diganggu gugat oleh aksi yang mengatasnamakan satu agama,” tegasnya.

Senada, pengurus yayasan Sekolah Bilingual Semesta, Muhammad Haris menjelaskan, sebagai institusi pendidikan pihaknya menegaskan telah memelihara empat pilar dalam berbangsa dan bernergara yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

“Empat pilar ini harus jadi kunci, nah yang harus dilakukan adalah memupuknya kepada anak dilingkungan keluarga dulu, sekolah, hingga lingkungan yang lebih besar agar keberagaman di Indonesia tetap terjaga,” ujarnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help