HALAQAH: Zakat Langsung atau Melalui Lembaga Amil Zakat?

ASSALAMU alaikum wr wb, bagaimana bila saat zakat kita menyerahkan langsung kepada penerima, tanpa melalui lembaga

HALAQAH: Zakat Langsung atau Melalui Lembaga Amil Zakat?
tribunjateng/fajar eko nugroho
Zakat Fitrah 

ASSALAMU alaikum wr wb, bagaimana bila saat zakat kita menyerahkan langsung kepada penerima, tanpa melalui lembaga atau panitia zakat dengan alasan ingin memberi perhatian kepada penerima tersebut yang memang kurang secara ekonomi?

Jawaban:

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pembaca yang budiman,

Zakat merupakan bagian dari Rukun Islam yang wajib kita jalankan sebagai umat Islam. Hal ini sebagaimana dinyatakan di dalam Al Quran lebih dari 32 kali dan sabda Rasulullah Muhammad Saw. (Al Bukhori/9 dan Muslim/16). Kewajiban ini mengenai hanya kepada pribadi muslim yang mampu dengan ukuran dan ketentuan tertentu. Zakat ini merupakan bagian dari bentuk misi sosial ajaran Islam untuk menciptakan keadilan sosial diantara sesama umat, sehingga harta tidak hanya berputar diantara orang-orang kaya saja.

Zakat dalam Islam dikenakan pada jenis benda tertentu (Imam Syafi’i menetapkan: a) emas dan perak; b) binatang ternak; c) hasil bumi; dan 4) harta hasil perniagaan) dan dengan ukuran nishob yang sangat ketat. Sehingga tidak benar Zakat untuk memberatkan, justru zakat berfungsi untuk membersihkan harta dari hak yang harus ditunaikan bagi para mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) yang disebutkan dalam al Quran(QS. At Taubah: 60) atau lebih dikenal dengan al ashnaf as sab’ah, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, budak mukatab, orang yang berhutang, sabilillah, dan Ibnu Sabil.

Adapun ketentuan pembayaran tersebut boleh langsung diserahkan sendiri kepada mustahiq atau melalui lembaga amil zakat yang ada. (al Fiqh al Manhaji ala Mazhab al Imam al Syafi’i, Jilid 2: hal. 63). Tentu saja menurut hemat kami pada saat ini membayarkannya melalui lembaga amil yang telah dibentuk pemerintah atau ormas lebih baik karena lebih bisa menjaga keadilan dan lebih teratur. Adapun ketentuan penyalurannya sebagai berikut:

1. Harus diserahkan pada lokasi atau daerah di mana zakat tersebut wajib ditunaikan sepanjang pada lokasi tersebut masih ditemukan para mustahiq

2. Jika ditemukan seluruhnya dalam daerah tersebut, maka diserahkan kepada seluruhnya dengan rata, tidak meninggikan satu dengan lainya

3. Jika ada golongan yang tidak ada, maka bagiannya dibagikan kepada golongan yang lain yang ada

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved