HOAKS! SMS Bantuan Dana Mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan

Terkait SMS tersebut sudah banyak pertanyaan akan kebenarannya, tapi sudah dipastikan bahwa SMS tersebut termasuk penipuan.

HOAKS! SMS Bantuan Dana Mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan
ist
Beredar pesan singkat adanya dana bantuan dari BPJS dengan jumlah nilai uang yang besar. Pihak terkait memastikan informasi ini hoaks. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyak modus penipuan yang dijalankan kelompok atau sindikat tertentu untuk meraup keuntungan.

Di antaranya modus memanfaatkan program pemerintah yang dilaksanakan oleh kementerian maupun lembaga Negara.

Akhir-akhir ini banyak beredar pesan singkat (SMS) yang dikirim melalui nomor pribadi yang menerangkan bahwa penerima SMS tersebut mendapat iming-iming dana bantuan dari BPJS dengan jumlah nilai uang yang besar.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda‎, Heri Purwanto menjelaskan, terkait SMS tersebut sudah banyak pertanyaan akan kebenarannya, tapi sudah dipastikan bahwa SMS tersebut termasuk penipuan.

"Kami banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat dan peserta terkait SMS tersebut dan sudah dijelaskan bahwa hal tersebut terindikasi tindakan kriminal," katanya melalui rilisnya, Senin (4/6/2018).

Dalam menyampaikan segala informasi untuk masyarakat pekerja, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi kerjasama dengan pihak lain, BPJS Ketenagakerjaan selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan melalui kanal resmi.

Heri mengakui, sulit bagi pihaknya untuk membendung tindakan kriminal penipuan semacam ini.

Dia juga menambahkan, pihaknya sampai sekarang tidak pernah menyelenggarakan pemberian dana cuma-cuma atau undian dan sejenisnya kepada masyarakat.

Untuk memastikan kebenaran informasi apapun terkait BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat dapat mengonfirmasi melalui kanal-kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan seperti kantor cabang, website, sosial media atau menghubungi call center 1500910.

Heri juga memastikan, pihaknya terus memantau website, sosmed yang terindikasi melakukan praktek penipuan berdasarkan laporan yang masuk.

BPJS Ketenagakerjaan akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait, agar melakukan pemblokiran terhadap website-website penipuan tersebut.

"Kami imbau masyarakat harus terus waspada. Jangan mudah tertipu oleh semua bentuk penawaran yang mengatasnamakan institusi BPJS Ketenagakerjaan.

Apalagi terdapat permintaan yang mengarahkan peserta untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan," tutup Heri Purwanto. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help