Kasus Perampokan

Terjebak Rentenir, Agus Merampok dan Bacok Bos Toko Kelontong hingga Terkapar

Masih ingat dengan perampokan di toko kelontong di Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota Kudus 20 Mei silam?

Terjebak Rentenir, Agus Merampok dan Bacok Bos Toko Kelontong hingga Terkapar
tribunjateng/Rifqi Gozali
Polres Kudus gelar perkara kasus perampokan. Pelaku diringkus beserta barang bukti berupa bendo yang digunakan untuk membacok korban 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Masih ingat dengan perampokan di toko kelontong di Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota Kudus 20 Mei silam? Iya pelakunya telah diringkus aparat Porles Kudus dalam waktu singkat.

Adalah Agus pelaku yang tega merampok dan membacok korbannya menggunakan senjata tajam hingga terkapar. Kejadian di Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota Kudus. Motif pelaku nekat berbuat jahat karena terhimpit utang kepada rentenir.

Saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (4/6/2018), tersangka berusia 30 tahun itu mengaku apa yang mendasarinya melakukan tindak kejahatan, sampai melukai korban karena dia ingin mendapat uang secara instan. Pasalnya, keesokan harinya, dia harus melunasi utang kepada rentenir atau lintah darat sebesar Rp 5 juta.

Diberitakan sebelumnya, pelaku melakukan tindak kejahatannya pada Minggu (20/5/2018) malam. Dia beraksi di sebuah konter telepon seluler sekaligus toko kelontong milik Trias Krisdiana (48). Dia melakukan aksinya saat toko hendak tutup, sekira pukul 22.30 WIB.

Pelaku datang bermaksud mencari kebutuhan pokok sehari-hari. Berhubung pelaku tak bawa uang, akhirnya pelaku pamit mau ambil uang di tempat kerja yang tak jauh dari lokasi.\

Ternyata pelaku datang tak bawa uang. Dia malah datang membawa bendo diselipkan di dalam jaket yang dikenakan.

Setelah sampai di toko korban, pelaku langsung mengayunkan gagang bendonya kepada korban.
Namun korban melawan.

Tak tahunya pelaku langsung membacok beberapa kali mengenai tubuh korban hingga terkapar.

Pelaku baru menghentikan aksi bacoknya saat korban terkapar. Pelaku segera mengambil beberapa unit ponsel pintar, laptop, dan uang hasil jualan. Pelaku lari ke tempat kerjanya, dan menyimpan bendo di bagian belakang ruangan kerja. Kemudian, pelaku kabur.

“Beberapa jam kemudian, kami berhasil menangkap pelaku di rumahnya. Pelaku kami kenai pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” kata Kasat reskrim AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar.

Sambil sesenggukan, pelaku mengaku kalau dia menyesal atas apa yang telah diperbuat. Diketahui, korban sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Kariadi Semarang.

“Saya menyesal. Saat itu memang saya sedang butuh uang untuk bayar utang,” kata Agus Talim. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help