5 Rumah Sakit, 10 Puskesmas, dan 4 Klinik Pratama di Kabupaten Semarang Siap Layani Pemudik

Hal tersebut dipaparkan oleh Ani Raharjo selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang pada Selasa (5/6/2018) siang.

5 Rumah Sakit, 10 Puskesmas, dan 4 Klinik Pratama di Kabupaten Semarang Siap Layani Pemudik
Arus mudik Semarang - Jakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Lima Rumah Sakit, sepuluh Puskesmas, dan lima Klinik Pratama di Kabupaten Semarang siap layani pemudik yang melintas maupun bertujuan Kabupaten Semarang.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ani Raharjo selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang pada Selasa (5/6/2018) siang.

Rumah sakit tersebut ialah RSUD Ungaran, RSUD Ambarawa, RSU Ken Saras, RSU Bina Kasih, dan RSU Kusuma.

Sementara puskesmas yang tetap beroperasi selama musim mudik Idul Fitri ialah Puskesmas Bawen, Bergas, Bringin, Getasan, Kaliwungu, Leerep, Sumowono, Suruh, Susukan, dan Tengaran.

Adapun klinik pratama yang tetap beroperasi ialah Klinik Larizma, Klinik Anugerah Medika, Klinik Dinesa Asih, dan Klinik Nasyifa.

"Semua fasilitas kesehatan tersebut beroperasi 24 jam sehari. Namun terkait ketersediaan dokter jaga di poli, dapat menghubungi rumah sakit tujuan," ujar Ani.

Seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menjadi bagian dari pelayanan peserta BPJS Kesehatan, tak terkecuali para pemudik yang tidak berada di wilayahnya.

Selain fasilitas kesehatan, peserta BPJS Kesehatan juga tetap mendapatkan haknya terkait dukungan medis seperti obat.

Peserta Jaminan Kesehatan Nasiona-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada libur Idulfitri sejak7-23 Juni 2018 tidak perlu khawatir bila mengalami keluhan sakit atau kegawatdaruratan.

Peserta JKN-KIS mendapat haknya memperoleh pelayanan kesehatan asalkan membawa kartu JKN-KIS dan memastikan bahwa kepesertaan masih aktif dan rutin membayar.

Hal tersebut disampaikan oleh Andayani Budi Lestari selaku Direktur Pelayanan dan Perluasan Peserta BPJS Kesehatan saat konferensi pers bertema Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, Senin (4/6/2018).

"Prinsip portabilitas pada program JKN-KIS bisa dirasakan saat-saat mudik Idul Fitri. Sesuai dengan peraturan perundangan dan yang selama ini telah berjalan, peserta yang berada di luar kota tidak menerap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), walaupun peserta itu tidak terdaftar di FKTP tersebut.

Hal tersebut juga sudah menjadi bagian dari perjanjian kerja sama antara BPJS Kesehatan dan faske, dan faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan," ujarnya.(*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help