Pakai Aturan 20-20-20 saat Bekerja dengan Gawai

Ketidaknyamanan itu terkadang ditambah dengan sakit kepala. Fenomena tersebut disebut juga dengan mata lelah (eyestrain)

Pakai Aturan 20-20-20 saat Bekerja dengan Gawai
Ilustrasi mata lelah(MangoStar_Studio) 

TRIBUNJATENG.COM - Jika kamu setiap hari bekerja dengan menatap layar komputer, pasti kamu tahu rasa lelah pada mata setelah seharian.

Setelah menatap layar komputer atau gawai, mata akan menjadi kering, gatal, pandangan kabur, atau iritasi.

Ketidaknyamanan itu terkadang ditambah dengan sakit kepala. Fenomena tersebut disebut juga dengan mata lelah (eyestrain).

Para ahli menyebutnya sebagai "kelelahan mata digital", mengingat hampir setiap saat kita menatap gawai. Mata lelah terjadi karena mata kita kurang berkedip.

Normalnya, kita berkedip 15 kali dalam semenit. Ini akan membuat air mata menyebar merata ke seluruh mata agar tidak kering dan iritasi.

Penelitian menunjukkan, mata kita berkedip lebih sedikit, sekitar separuhnya, saat kita membaca, menonton, atau main gawai.

Selain itu, kontras pada layar gawai, serta sinar yang menyilaukan mata, membuat mata bekerja keras.

Aturan 20-20-20

Seharusnya setiap beberapa saat kita perlu jeda dari layar komputer. Namun, kebiasaan sehari-hari orang modern justru menatap layar ponsel atau tablet sebagai jeda dari layar komputer.

Walau mata lelah tidak boleh diremehkan, tetapi sebenarnya kita juga tak perlu melebih-lebihkan.

Menurut Dr.Rahul Khurana, juru bicara American Academy of Ophtalmologist, mata lelah tidak akan memperburuk gangguan penglihatan yang sudah ada.

"Mata lelah memang membuat tidak nyaman, atau iritasi. Tapi belum ada bukti bahwa kondisi ini menyebabkan kerusakan permanen," kata Khurana seperti dikutip Insider.

Salah satu cara mencegah mata lelah adalah dengan mengikuti aturan "20-20-20", yakni setiap 20 menit lihatlah objek yang berjarak sekitar 20 meter selama 20 detik.

Jangan lupa untuk mengambil jeda dari semua layar sekitar 15 menit setelah dua jam menatap layar.

(*)

Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help