Home »

Bisnis

» Mikro

Dikunjungi BPOM se-Indonesia, Irwan Hidayat Ungkap Rahasia Sido Muncul Bisa Seperti Sekarang

Presiden Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, berpesan kepada para pelaku UMKM obat tradisional agar selalu menaati aturan

Dikunjungi BPOM se-Indonesia, Irwan Hidayat Ungkap Rahasia Sido Muncul Bisa Seperti Sekarang
Tribun Jateng/Ponco Wiyono
Presiden Direktur PT Sidomuncul Irwan Hidayat. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Presiden Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, berpesan kepada para pelaku UMKM obat tradisional agar selalu menaati aturan yang diberlakukan pemerintah.

Menurutnya, hal tersebut sangat berpengaruh dalam kesuksesan suatu perusahaan.

Irwan menyampaikan hal itu di hadapan puluhan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tingkat provinsi se-Indonesia yang berkesempatan hadir dan belajar langsung perihal pengelolaan industri obat tradisional di pabrik Sido Muncul, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, pada Rabu (7/6/2018).

"Dulu saya pun komplain ketika pertama mendaftar ke BPOM pada tahun 1990, aturannya kok sulit sekali.

Tapi kemudian saya paham bahwa pemerintah ingin kita membuat produk yang bagus dan berkualitas. Itu yang menjadikan kami seperti sekarang," jelasnya.

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Deputi 2 BPOM Republik Indonesia Dra Mayagustina Andarini itu adalah dalam rangka mewujudkan industri rumahan atau UMKM obat tradisional yang berkualitas.

Andarini menyampaikan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan para UMKM obat tradisional agar lulus uji CPOTB atau Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

"Kami melihat Sidomuncul ini contoh yang baik sehingga kepala BPOM se-Indonesia bisa belajar dan mengapa jamu, karena jamu sudah menjadi milik kita," terangnya.

Direktur Pengawasan Pengobatan Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Keamanan Kosmetik BPOM RI itu menambahkan, sebenarnya kriteria untuk mendapatkan pengakuan CPOTB itu hanya meliputi tiga hal.

"Pertama sanitasi, higienitas, dan dokumentasi. Itu cukup untuk permulaan sebelum akhirnya nanti naik level," sambungnya.

Di Jawa Tengah sendiri, UMKM yang sudah mendapatkan pengakuan CPOTB menyeluruh sudah ada 22 unit. Seperti yang disampaikan Andarini.

"Kalau yang CPOTB bertahap itu sudah 24 UMKM. Sebenarnya membuat jamu itu mudah dan bahannya dekat, kunir asem beras kencur itu bisa asal syarat tadi dipenuhi maka jamu bisa menggerakkan ekonomi rakyat," tutur Andarini lagi.(*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help