Jelang Lebaran, Pertama Kalinya Harga Sembako di Kota Semarang Alami Inflasi di Bawah 0 Persen

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa secara positif harga-harga pasaran di Kota Semarang mengalami tren penurunan

Jelang Lebaran, Pertama Kalinya Harga Sembako di Kota Semarang Alami Inflasi di Bawah 0 Persen
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Hendi saat berkeliling dalam kegiatan Bazaar Ramadan di Halaman Balai Kota Semarang, hari ini, Rabu (6/6/2018). Dalam bazaar itu, Pemerintah Kota Semarang membagikan 4.110 paket sembako murah kepada masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan bahwa secara positif harga-harga pasaran di Kota Semarang mengalami tren penurunan, Rabu (6/6/2018).

Hal itu juga tercatat dalam Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa tingkat inflasi di Kota Semarang pada Mei 2018 ini adalah sebesar -(minus) 0,09 persen.

Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang selalu mencatatkan laju inflasi yang cukup tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Contohnya, saat Ramadan berlangsung pada 2016 lalu, inflasi Kota Semarang tercatat pada angka 1.05 persen, kemudian juga pada 2017 inflasi di Kota Semarang tercatat sebesar 0.37 persen.

Maka dengan nilai inflasi di bawah 0 persen yang berhasil dicatatkan oleh Hendi tersebut, masyarakat di Kota Semarang tentunya tidak akan menghadapi kondisi meningkatnya harga-harga di bulan Ramadan untuk pertama kalinya.

Hal itu menurut Hendi, merupakan hasil dari upayanya menggelar pasar dan bazaar murah sejak awal Ramadan.

"Bazaar murah seperti ini memang konsisten kami selenggarakan untuk dapat menjaga kestabilan harga, dan alhamdulillah kalau melihat catatan inflasi BPS, hasilnya sangat positif,” tutur Hendi usai membuka Bazaar Ramadan di Halaman Balai Kota Semarang, hari ini, Rabu (6/6/2018).

Dalam bazaar itu, Pemerintah Kota Semarang membagikan 4.110 paket sembako murah kepada masyarakat.

Selain keberhasilan karena bazaar, disebutkannya juga karena kesuksesan kampanye konsumen cerdas kepada ibu-ibu rumah tangga di Kota Semarang.

"Saya rasa edukasi yang dilakukan kepada ibu-ibu di Kota Semarang untuk menjadi konsumen cerdas juga telah berhasil, sehingga pedagang tidak coba-coba untuk menaikkan harga seenaknya karena pasti tidak akan dibeli,” timpalnya.

Hendi menambahkan, catatan inflasi BPS tersebut sesuai dengan kondisi tidak adanya kenaikan harga-harga di beberapa pasar yang dipantaunya.

Bahkan, dalam data yang terdapat pada Sistem Harga Komoditi milik Tim Pengendali Inflasi Daerah Jawa Tengah, tercatat beberapa komoditi mengalami penurunan harga yang tajam.

Contohnya, komoditi telur ayam ras yang awalnya pada 8 Mei 2018 berada di harga Rp 26.000 per kilogram, sedangkan pada 5 Juni 2018 turun menjadi Rp 21.000 per kilogram.(*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help