Luncurkan Klinik 'Apel', Wali Kota Hendi Komitmen Lindungi Anak dan Lansia

meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membuka klinik khusus bagi anak, perempuan dan lansia, yang bernama Klinik Apel.

Luncurkan Klinik 'Apel', Wali Kota Hendi Komitmen Lindungi Anak dan Lansia
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berbincang dengan pasien lansia yang menjalani perawatan usai meresmikan Klinik Apel di RSUD KRMT Wongsonegoro, Kamis (7/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan apresiasi dengan apa yang telah dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro.

Pasalnya RSUD yang berlokasi di jalan Fatmawati tersebut kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membuka klinik khusus bagi anak, perempuan dan lansia, yang bernama Klinik Apel.

Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, mengatakan saat ini APBD Pemkot Semarang fokus pada poor budgeting yaitu anak perempuan dan lansia yang mayoritas secara fisik cenderung lemah.

Hendi menyebutkan, inovasi tersebut merupakan upaya yang dilakukan RSUD Wongsonegoro dalam memberikan perlindungan terhadap kasus diskriminasi yang kerap menimpa pasien anak, perempuan, dan lansia.

"Sering terjadi diskriminasi terhadap anak, perempuan, dan lansia. Seperti ketika antri ada orang tua yang mengantri berdiri sedangkan yang muda duduk. Hal ini sungguh memprihatinkan," kata Hendi usai meresmikan Klinik Apel di RSUD KRMT Wongsonegoro, Kamis (7/6/2018).

Melalui klinik Apel tersebut, katanya, semua pelayanan dapat dilakukan di dalamnya. Seperti pendaftaran, pemeriksaan, pengobatan, pemeriksaan lab, dan apotik.

“Harapannya dengan memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka yang secara fisik rentan terhadap kasus diskriminasi dapat berobat dengan nyaman,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya mengungkapkan akan dilakukan pengembangan. Sebagaimana biasa dilakukan dalam menjalankan suatu program, RSUD Wongsonegoro menjadi role model penerapan Klinik Apel tersebut.

"Kalau nanti dinilai berhasil dapat diadaptasi oleh dinas lain. Tidak perlu gengsi yang penting masyarakat dapat merasakan manfaatnya," ucapnya.

Saat ini inovasi tersebut baru dilakukan oleh RSUD KRMT Wongsonegoro. Namun tidak menutup kemungkinan akan diadaptasi oleh rumah sakit lainnya.

“Saat ini kita sedang membangun rumah sakit tipe D di Mijen. Dan ini akan dibuat seperti ini juga karena kami fokus terhadap peningkatan pelayanan masyarakat," pungkasnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help