Lebaran 2018

90 Napi Rutan Kelas IIB Kudus Diusulkan Dapat Remisi Lebaran 2018

Sebanyak 90 narapidana (napi) Rumah Tahanan Kelas II B (Rutan) Kudus diusulkan mendapatkan remisi lebaran. Adapun jenis remisi

90 Napi Rutan Kelas IIB Kudus Diusulkan Dapat Remisi Lebaran 2018
tribunjateng/Rifqi Gozali
Sebanyak 90 narapidana (napi) Rumah Tahanan Kelas II B (Rutan) Kudus diusulkan mendapatkan remisi lebaran. Adapun jenis remisi yang diusulkan yakni remisi 15 hari dan dua bulan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 90 narapidana (napi) Rumah Tahanan Kelas II B (Rutan) Kudus diusulkan mendapatkan remisi lebaran. Adapun jenis remisi yang diusulkan yakni remisi 15 hari dan dua bulan.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus Budi Prajitno mengatakan, saat ini terdapat 212 orang baik napi maupun tahanan yang menghuni Rutan Kudus.

Sementara 90 napi yang diusulkan remisi lebaran yakni mereka telah menjalani hukuman minimal enam bulan. Lebih dari itu, mereka nemiliki rekam jejak yang baik selama tinggal di hotel prodeo.

"Secara administratif sudah enam bulan dipenjara. Secara substantif memiliki kelakuan baik dan aktif ikut pembinaan selama di Rutan," kata Budi Prajitno kepada Tribunjateng.com, Minggu (10/6/2018).

Remisi tersebut telah diusulkan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah.

"Dari Kantor Wilayah akan disampaikan ke Kemenkumham untuk mendapat persetujuan dari direktorat jenderal atas nama menteri," kata Budi.

Dia mengatakan, remisi lebaran tersebut akan diumumkan kepada napi selepas salat Idulfitri atau hari pertama lebaran.

Budi melanjutkan, dari keseluruhan napi yang diusulkan mendapat remisi, 88 di antaranya merupakan napi laki-laki. Sisanya merupakan napi perempuan.

Sebanyak 38 napi mendapat remisi 15 hari. Sedangkan untuk remisi dua bulan terdapat 52 napi yang memerolehnya.

Sedangkan, berdasarkan tindak pidana yang dilakukan, mereka yang mendapat remisi kali ini kebanyakan terjerat kasus pidana pencurian yang mencapai 23 orang.

Tindak pidana lainnya yakni kasus perlindungan anak sebanyak 12 orang.

Lalu kasus narkotika sebanyak 10 orang, kasus penggelapan sembilan orang, kasus perjudian lima orang, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pembunuhan, penganiayaan, perjudian, dan kesehatan masing-masing tiga orang. Lalu, juga ada kasus perampokan, cukai, mata uang, pelangagran lalulintas, ketertiban, pembakaran liar, penipuan masing-masing dua orang.

"Ada juga ada kasus kekerasan wanita dan anak, kesusilaan, pendahan, dan psikotropika masing-masing satu orang," urainya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help