Haid Sempat Berhenti Lalu Keluar Lagi, Apakah Berbahaya?

Dokter Fadjar Siswanto, Sp.OG (K) Fer menjelaskan, bahwa haid normal terjadi dalam selang waktu 24 hingga 35 hari dari haid sebelumnya.

Haid Sempat Berhenti Lalu Keluar Lagi, Apakah Berbahaya?
Grid.id
Haid tidak lancar 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gangguan haid seringkali terjadi pada sebagian wanita.

Haid bisa keluar tidak terarur atau bahkan sebulan dua kali.

Dokter Fadjar Siswanto, Sp.OG (K) Fer menjelaskan, bahwa haid normal terjadi dalam selang waktu 24 hingga 35 hari dari haid sebelumnya.

"Siklus haid normal adalah 24-35 hari dengan lama haid berkisar antara 4-7 hari. Maksimal 10 hari. Jika selalu lebih dari 10 hari harus segera dilakukan pemeriksaan," ungkap Dokter Fadjar saat mengisi kelas kesehatan di Gedung Cattleya lantai 7 SMC RS Telogorejo, Jalan KH Achmad Dahlan, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/6/2018).

Pada masalah haid yang sempat berhenti lalu kembali keluar dalam selang hari, bagi dokter Fadjar tidak masalah asal terjadi dalam rentang 10 hari.

"Saat haid itu rahim berusaha mengeluarkan darah haid dengan kontraksi. Tidak masalah haid hanya terjadi di hari ke 3 dan 4, setelah itu seperti berhenti. Jika haid kembali keluar di hari 6, 7, 8 tidak masalah. Asal lamanya haid tidak melebihi 10 hari," jelasnya.

Dokter Ahli Fertilitas RS Telogorejo tersebut menambahkan, darah yang keluar dalam waktu sehari belum dapat dikatakan sebagai haid.

Namun bila telah lebih dari 10 hari, dapat dikategorikan sebagai ganguan.

Jumlah darah haid yang keluar perhari adalah 35 – 80 cc, atau tidak lebih dari 4 pembalut yang terisi penuh.

Tidak teraturnya siklus haid bisa disebabkan oleh gangguan hormon dalam tubuh atau bisa juga terjadi karena penyakit di dalam organ reproduksi, seperti tumor rahim, tumor di indung telur.

Stres, kelelahan,dan penggunaan kontrasepsi juga dapat mengganggu siklus haid.

"Jika gangguan haid dikarenakan oleh faktor hormonal, kemungkinan besar wanita tersebut akan mengalami gangguan kesuburan. Oleh karena itu masalah haid tidak teratur ini tidak boleh kita abaikan," jelas Dokter Fadjar.(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help