Lebaran 2018

Rois Syuriah MWC NU Batang Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling Idul Fitri

Rois Syuriah NU Kabupaten Batang KH Abdul Manaf Syair menghimbau kepada umat muslim untuk tidak melaksanakan takbir keliling

Rois Syuriah MWC NU Batang Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling Idul Fitri
tribunjateng/dina indriani
Bupati Wihaji berbuka puasa bareng ulama se Kabupaten Batang di rumah dinas Bupati Batang, Sabtu (9/6/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Rois Syuriah NU Kabupaten Batang KH Abdul Manaf Syair menghimbau kepada umat muslim untuk tidak melaksanakan takbir keliling di malam Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan sebelum berbuka puasa ulama se Kabupaten Batang yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati Batang, Sabtu (9/6/2018) sore.

"Saya harap ada penertiban takbir keliling yang melintas di jalan raya, disamping mengganggu ketertiban di jalan raya juga untuk antisipasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," tutur KH Abdul Manaf Syair.

"Takbir cukup di mushala atau masjid masing-masing saja, tidak usah sampai keluar kampung hal ini demi kemaslahan dan keamanan Kabupaten Batang," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa buka puasa bersama untuk menjalin silaturahmi umara dan ulama.

"Saya sebenarnya ingin sekali mendatangi rumah para ulama di Kabupaten Batang untuk bersilaturahmi, tapi karena keterbatasan waktu sehingga tidak bisa," ujar Wihaji.

Bupati juga meminta para ulama untuk mendoakan dalam memimpin untuk tetap istiqomah dan amanah.

"Saya anggap para ulama sudah menjadi Bapak dan Romo sehingga apabila ada yang pas dan kesalahan untuk segara diingatkan dan nasihati," pinta Wihaji.

Disampaikan juga program sosial yang sudah dijalankan seperti santunan kematian, insentif guru Madrasah Diniah yang mencapai Rp 1,2 juta dan santunan anak yatim piatu di tahun kemarin hanya mendapatkan 100 ribu sekarang naik menjadi Rp. 1 juta bagi 1.500 anak yatim piatu, sehingga total santunannya mencapai Rp 1,5 miliar. Santunan juga di berikan kepada masyarakat miskin yang meninggal dunia Rp 1 juta. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help