Tadarus

Tempat Salat sering Dipakai Tidur-tiduran Kucing, Apakah Najis?

Berikut ini tanya jawab seputar Ramadan yang dimuat di koran Tribun Jateng, edisi Minggu 10 Juni 2018.

Tempat Salat sering Dipakai Tidur-tiduran Kucing, Apakah Najis?
Mirror.co.uk
Kucing 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini tanya jawab seputar Ramadan yang dimuat di koran Tribun Jateng, edisi Minggu 10 Juni 2018.

ASSALAMU ‘ALAIKUM Wr. Wb., mau tanya Pak Kiai. Keluarga kami suka memelihara kucing. Bila kucingnya suka melintas di tempat untuk salat atau juga sajadah dibuat tempat tidur-tiduran kucing, bagaimana dengan kesucian tempat itu?

Jawab:

KH. Mohammad Farid Fad, M.SI
Wakil Ketua PW RMI NU Jateng; Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Kendal
KH. Mohammad Farid Fad, M.SI Wakil Ketua PW RMI NU Jateng; Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Kendal (tribunjateng/ist)

Wa alaikum salaam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaannya. Pembaca setia Tribun Jateng, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Qotadah r.a. dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya; kucing itu tidak najis, karena mereka termasuk binatang yang sering berkeliaran di tengah-tengah kalian.

Asal muasal (asbabul wurud) hadist tersebut adalah Abu Qotadah pernah masuk ke rumah, lalu dituangkanlah air wudhu padanya. Kemudian tiba-tiba datanglah kucing. Bejana air wudhunya lantas dimiringkan, lalu kucing itu minum dari bejana tersebut, kemudian muncullah hadist tersebut. Hadist di atas sekaligus menunjukkan bahwa kucing adalah binatang yang suci, bulunya suci, namun kotoran dan kencingnya tetap najis.

Alasan hukum (illat) mengapa kucing itu binatang suci, karena dia tinggal dan sering berkeliaran di tengah manusia (binatang rumahan). Sehingga akan sangat memberatkan (masyaqqah) jika hewan sejenis ini statusnya najis (raf’an lil haraj) (al-Imam Muhammad s-Shan’ani, Subulus Salam, Juz I, hlm. 24, tt.).

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya, Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Q.S. 22: 78). Demikian semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bis shawab.

KH. Mohammad Farid Fad, M.SI
Wakil Ketua PW RMI NU Jateng; Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Kendal

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help