Tadarus

Bolehkah Melaksanakan Shalat Qasar saat Perjalanan Mudik?

Berikut ini pertanyaan pembaca yang telah di jawab oleh ustaz atau kiai dan dimuat di koran Tribun Jateng edisi Senin 11 Juni 2018.

Bolehkah Melaksanakan Shalat Qasar saat Perjalanan Mudik?
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Kendaraan pemudik melintas di jalan tol atau di titik simpang susun (interchange) Brebes Timur. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini pertanyaan pembaca yang telah di jawab oleh ustaz atau kiai dan dimuat di koran Tribun Jateng edisi Senin 11 Juni 2018.

Pertanyaan

Assalamu'alaikum wr wb Ustaz, kami berencana mudik menggunakan kapal laut di wilayah Indonesia Timur. Apakah shalat qasar atau jama' bisa dilakukan setiap saat kita melakukan perjalanan? Adakah syarat khusus untuk mengerjakannya?

Gus Farid RMI Jateng
Gus Farid Wakil Ketua PW RMI NU Jateng (tribunjateng/dok)

Jawab:

Wa alaikum salaam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaannya. Pembaca setia Tribun Jateng, seorang musafir yang bepergian jauh diberikan keringanan (rukhsah) dalam pelaksanaan shalat, yaitu boleh menjama’ (mengumpulkan) dua shalat dan qashar (meringkas) shalat yang semula empat rakaat menjadi dua rakaat, yakni shalat dhuhur, ashar dan isya'. Hal ini sesuai firman Allah SWT yang artinya, ketika kalian bepergian di bumi, maka bagi kalian tak ada dosa untuk meringkas shalat (Q.S. 4: 101).

Secara umum, syarat melakukan shalat qasar yaitu jarak perjalanannya lebih dari dua marhalah (ada yang berpendapat jarak 120 km, adapula 80 km atau 90 km), tujuan bepergiannya tidak untuk maksiat, shalat yang di-qashar adalah shalat ada’ (tidak qadha), tidak makmum dengan orang yang mukim atau musafir yang menyempurnakan (itmam) shalatnya, meniatkan qashar ketika takbiratul ihram shalat, tujuan bepergiannya jelas, mengetahui diperbolehkannya qashar, dilaksanakan ketika yakin kondisinya masih bepergian (lihat Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri, Juz I, Ihya’ al-Kutub al-Arabiyah, hlm. 201-206 dan Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz II, Dar al-Fikr, hlm. 293-297). Demikian semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bis shawab.

KH. Mohammad Farid Fad, M.SI atau Gus Farid
Wakil Ketua PW RMI NU Jateng, Pengasuh PP Raudlatul Muta'allimin Kendal

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved