Mudik Lebaran

Cerita Ipda Wardoyo Atur Lalulintas Pemudik di Tanjakan Kenteng Dapat Banyak Jempol (Video)

Cerita Ipda Wardoyo Atur Lalulintas Pemudik di Tanjakan Kenteng Desa Koripan Kecamatan Susukan Semarang Dapat Banyak Jempol

Cerita Ipda Wardoyo Atur Lalulintas Pemudik di Tanjakan Kenteng Dapat Banyak Jempol (Video)
tribunjateng/ponco wiyono
Cerita Ipda Wardoyo Atur Lalulintas Pemudik di Tanjakan Kenteng Desa Koripan Kecamatan Susukan Semarang Dapat Banyak Jempol 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kejadian pada Sabtu (9/6/2018) lalu saat ada kendaraan yang tidak kuat menanjak di tanjakan Kali Kenteng Desa Koripan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang membuat pihak kepolisian dan pelaksaan proyek jalan tol lebih berhati-hati.

Pantauan tribunjateng.com, Senin (11/6/2018), Satlantas Polres Semarang dan PT Waskita Karya bahu membahu mengatur laju kendaraan yang hendak melintasi tanjakan.

Bermodalkan toa, bendera, dan pengganjal roda, para petugas bergantian meneriakkan aba-aba kepada para pengemudi agar lebih berhati-hati selama melintasi tanjakan dengan panjang 200 meter itu.

"Tetap di gigi satu, gas terus, jangan ragu-ragu!" seru Kanit Laka Satlantas Polres Semarang, Ipda Wardoyo.

Pengemudi yang melintas sesekali membuka jendela sambil melemparkan senyum atau mengacungkan jempolnya.

Tidak jauh dari tempat Wardoyo berdiri, seorang petugas dari PT Waskita berulang kali mengibarkan bendera baik menujukkan tanda boleh lewat dan berhenti.

Situasi tersebut sepintas mengingatkan akan lomba balap mobil dimana terdapat aba-aba agar pembalap bersiap-siap.

Kemacetan di tol fungsional Salatiga-Solo, tepatnya di daerah Gunungan Susukan Kabupaten Semarang, Minggu 10 Juni 2018
Kemacetan di tol fungsional Salatiga-Solo, tepatnya di daerah Gunungan Susukan Kabupaten Semarang, Minggu 10 Juni 2018 (tribunjateng/facebooker/don asmoro)

Setidaknya hal tersebut disampaikan oleh Agung Nugroho (33), seorang wartawan televisi yang kebetulan sedang melakukan liputan.

"Unik sekali karena tidak biasa ada pengaturan lalin semacam ini. Ada yang mengibarkan bendera juga jadi mirip grand prix," guraunya.

Wardoyo sendiri mengatakan pihaknya melakukan pengaturan dengan aba-aba ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, banyak pemudik yang tidak memahami situasi medan sehingga memerlukan bimbingan dari pihak kepolisian.

"Ada kendala ketika hendak menanjak mereka terlambat menurunkan gigi persneling sehingga tidak kuat naik. Di sini karena agak ekstrem maka pengemudi harus fokus dan pas dalam memainkan gasnya," terang Wardoyo. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved