Ramadan 2018

Indra Rajin Salat Seusai Ikuti Pesantren Kilat di Lapas Kedungpane

Indra Rajin Salat Seusai Ikuti Pesantren Kilat di Lapas Kedungpane yang digelar selama 3 minggu

Indra Rajin Salat Seusai Ikuti Pesantren Kilat di Lapas Kedungpane
tribunjateng/hesty imaniar
Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi menyerahkan hadiah kepada sejumlah warga binaan yang berprestasi mengikuti pesantren kilat dalam Lapas selama 3 minggu, Senin 11 Juni 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang, telah selesai mengikuti pesantren Ramadan yang telah dilaksanakan selama tiga minggu, yakni, mulai dari Selasa (22/5/2018) sampai dengan Senin (11/6/2018).

Bertempat di Masjid At Taubah Lapas Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 83, yang sudah terpilih.

Selama tiga minggu, para WBP diberikan beberapa materi diantaranya tauhid dan keimanan, fiqih, dakwah, diskusi, motivasi, dzikir, taklim, mengaji Alquran, adab sehari-hari, mengenal jati diri manusia, akhlaqul karimah, pengendalian diri serta kewirausahaan dan kemandirian.

Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi foto bersama sejumlah warga binaan yang berprestasi mengikuti pesantren kilat dalam Lapas selama 3 minggu, Senin 11 Juni 2018
Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi foto bersama sejumlah warga binaan yang berprestasi mengikuti pesantren kilat dalam Lapas selama 3 minggu, Senin 11 Juni 2018 (tribunjateng/hesty imaniar)

“Kegiatan ini bermaksud untuk memperkuat iman dan mental WBP yang nantinya sebagai bekal untuk berkecimpung kembali ke tengah masyarakat,” kata Kepala Lapas Kedungpane, Semarang, Dadi Mulyadi.

Selama bulan Ramadan ini para WBP dibekali dengan berbagai ilmu tentang agama Islam, terutama bagi WBP yang memeluk keyakinan tersebut. Adapun berbagai materi itu diberikan kepada WBP dengan tujuan, untuk menghindarkan para WBP bersifat angkuh, sombong, iri, dan dengki.

“Dengan begitu, para WBP ini jika nantinya bebas, maka mereka bisa menerapkan berbagai ilmu bimbingan selama di lapas, bahkan dengan begitu, mereka akan kembali diterima oleh masyarakat lagi,” bebernya.

Dikatakan oleh salah seorang WBP, yang mengikuti pesantren kilat itu, Indra (28), mengaku banyak mendapatkan pelajaran selama mengikuti kegiatan tersebut, terutama pelajaran soal kehidupan.

“Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan di sini, dengan mengikuti pesantren kilat. Sebelum masuk lapas saya tidak pernah salat, sekarang alhamdulillah sholat saya tidak pernah terlewatkan, bahkan ajaran lainnya pun, selalu syaya terapkan di sesama WBP di sini,” katanya.

Acara tersebut, diakhiri dengan Kalapas memberikan uang pembinaan, sertifikat, piagam penghargaan bagi 10 peserta terbaik, pemberian alat sholat serta Alquran kepada WBP yang lanjut usia dan mualaf. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help