Pasca Wisuda Angkatan Pertama, Ini Target SD Islam Cahaya Ilmu Semarang

Adapun konsepnya yakni melalui kegiatan Khotmil Quran dan Imtihan sebagai puncak dari hafalan maupun tartil pada pembelajaran membaca Alquran

Pasca Wisuda Angkatan Pertama, Ini Target SD Islam Cahaya Ilmu Semarang

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada Sabtu (9/6/2018) kemarin, SD Islam Cahaya Ilmu Semarang telah mewisuda atau meluluskan para peserta didiknya yang merupakan angkatan pertama di tahun ini.

Adapun konsepnya yakni melalui kegiatan Khotmil Quran dan Imtihan sebagai puncak dari hafalan maupun tartil pada pembelajaran membaca Alquran. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 siswa.

Sebagai tanda kelulusan, puluhan siswa tersebut pun memperoleh sertifikat Ummi dari Ummi Foundation yang berpusat di Surabaya Jawa Timur. Masih dalam serangkaian kegiatan itu, digelar pula pentas budaya bertajuk Aku Cinta Budaya Indonesia.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada para orangtua yang selama ini telah menitipkan serta mempercayakan kepada kami untuk mendidik anak-anak mereka. Sehingga pula kami bisa meluluskan mereka pada angkatan pertama ini,” kata Kepala SD Islam Cahaya Ilmu Semarang Umi Latifah.

Lalu adakah target atau sesuatu hal yang hendak dilakukan pasca wisuda tersebut? Kepada Tribunjateng.com, Senin (11/6/2018), Umi mengutarakan, pihaknya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan proses akreditasi institusi.

“Seluruh instrumen akreditasinya sudah kami isi melalui Data Isian Akreditasi (DIA) Sekolah atau Madrasah secara online. Kebetulan prosesnya secara online, sehingga mempermudah kami untuk memprosesnya,” kata Umi.

Menurutnya, setidaknya ada sekitar 8 standar pendidikan nasional (SNP) yang masuk ke dalam instrumen akreditasi tersebut dan seluruhnya harus diisi. Di antaranya seperti standar isi, standar proses, standar pengelolaan, hingga standar kompetensi kelulusan.

“Dan Insya Allah, meskipun sekolah kami yang berada di Jalan Kyai Abdul Manan Kelurahan Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ini baru berusia sekitar 6 tahun ini, sudah optimis bisa merealisasikan target tersebut,” tandasnya.

Berkait daya dukung, tuturnya, melalui para siswa di sekolah tersebut diklaim telah mengukir cukup banyak prestasi baik itu yang bersifat akademik maupun non akademik. Sebagai contoh prestasi pada bidang olah raga maupun keagamaan.

“Selama ini, kami senantiasa menekankan pendidikan ramah anak. Terutama untuk siswa kelas I yang merupakan masa peralihan dari taman kanak-kanak (TK). Konsep sederhananya, mereka yang baru lulus TK tidak bisa langsung diajarkan pembelajaran formal,” bebernya.

Sebab, lanjutnya, biasanya mereka masih akan terbawa suasana bermain semasa belajar di TK. Karena itu, tenaga pengajar di sekolah itu perlu ada pemahaman dan kesabaran. Dimana semua itu demi terwujudnya pembelajaran yang ramah terhadap mereka.

“Bahkan, kami juga mensyaratkan khusus untuk guru kelas I SD wajib pernah magang sebelumnya di TK agar pembelajaran yang diberikan di sekolah bisa sinkron pada masa peralihan,” tuturnya.

Dia menambahkan, hal lain, di sekolah tersebut pun menyediakan pojok-pojok bermain untuk anak-anak di kelas I. Jadi, mereka tidak dipaksa untuk belajar. Tetapi, bisa belajar sambil bermain secara kreatif.

“Konsep ramah anak juga diterapkan pada aspek non akademis, seperti pembelajaran mengaji dengan menggandeng Ummi Foundation untuk menerapkan metode Ummi untuk belajar membaca Alquran,” jelas Umi. (*)

Tags
wisuda
Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved