Penerimaan Siswa Baru TK, SD, dan SMP Negeri di Kota Semarang Terapkan Sistem Zonasi

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menerapkan sistem zona dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019.

Penerimaan Siswa Baru TK, SD, dan SMP Negeri di Kota Semarang Terapkan Sistem Zonasi
net
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Bunyamin M.Pd 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menerapkan sistem zona dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019.

Baik itu di tingkat pendidikan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), maupun sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik Kota Semarang Dr Bunyamin kepada Tribunjateng.com, Senin (11/6/2018). Untuk informasi terkait mekanisme PPDB tersebut, bisa dilihat pada laman ppd.semarangkota.go.id.

“PPDB tahun ini, dalam sistem itu kami dibagi menjadi 3 zona. Yakni Zona 1, Zona 2, dan Luar Zona. Zona 1 bagi mereka yang bertempat tinggal dekat dengan sekolah dan masih dalam lingkup kelurahan atau kelurahan terdekat,” jelasnya.

Lalu Zona 2, lanjutnya, pendaftar (calon peserta didik) yang masih dalam satu wilayah yakni Kota Semarang.

Sedangkan Luar Zona, untuk mereka calon peserta didik berprestasi serta dikarenakan mengikuti orangtua yang sedang mutasi tugas di Kota Semarang (sebenarnya berasal dari luar Kota Semarang).

“Di tiap tingkat pendidikan, ada rumusan penghitungannya sendiri. Rumusan itu untuk menentukan peringkat. Di TK dan SD negeri, untuk memperoleh nilai akhir peringkat (NAP), yakni 7 dikalikan U (usia) ditambah Z (zona),” bebernya.

Dia memperjelas, untuk Zona 1 poinnya adalah 50, Zona 2 yakni 40, serta Luar Zona adalah 10. Jadi, semisal calon siswa bersangkutan berusia 7 tahun dan masuk dalam klasifikasi Zona 1.

“Cara menghitungnya adalah 7 dikali 7 ditambah 50. Hasilnya atau NAP calon peserta didik bersangkutan adalah 99.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help