Agar Tak Mabuk Perjalanan, Jangan Membaca dalam Kendaraan 

Membaca dalam perjalanan tidak dianjurkan, dan sebaiknya hindari merokok.

Agar Tak Mabuk Perjalanan, Jangan Membaca dalam Kendaraan 
tribun jateng/hermawan handaka
Mengoleskan minyak angin menjadi satu cara mengurangi rasa pusing akibat mabuk perjalanan. (foto Ilustrasi) 

TRIBUNJATENG.COM - Kalau  Anda diserang mabuk ketika melakukan perjalanan jauh dengan  kendaraan darat (juga laut dan udara), itu memang risiko.

Gejalanya, mula-mula badan serasa inelayang (drowsiness), muka pucat, berkeringat dingin, dan keluar air liur berlebihan (hipersalivasi).

Yang terakhir ini membuat banyak air liur tertelan sehingga menimbulkan rasa mual, dan akhimya muntah.

Pada dasarnya, ungkap Dr. Robert Stern, ahli psiko-fisiologi dan Universitas Park (AS), dalam Majalah Your Health, tidak ada yang kebal mabuk (motion sickness).

Tapi nyatanya mengapa ada yang diserang mabuk, ada yang tidak?

Kondisi fisik seseorang sangat menentukan. Tubuh yang sedang tidak fit (karena flu atau sakit kepala) mudah bikin orang mabuk daripada yang betul-betul bugar dan sehat.

Karena itu jaga kondisi badan tetap fit, misalnya dengan tidur yang cukup dan makan makanan yang bergizi, kalau ingin melakukan perjalanan jauh.

Makan sebelum bepergian sangat dianjurkan. Sebaiknya 2 – 3 jam sebelumnya. Tidak perlu kenyang-kenyang dan jangan menyantap makanan yang berlemak, terlalu manis atau asam, karena bisa merangsang muntah.

Minum obat antimabuk sebelumnya boleh saja, tapi bukan jaminan. Tapi pengemudi tidak dianjurkan, karena obat itu menimbulkan rasa kantuk.

Kalau Anda mabuk, menurut dr. Sukono Djojoatmodjo, ahli saraf di RS Mitra Keluarga, bekal obat batuk bisa menolong mengobatinya.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help