Ramadan 2018

Apa Makna Tradisi Bermaafan di Lebaran

Berikut ini tanya jawab terkait Ramadan dan Idul Fitri yang dimuat di koran Tribun Jateng, edisi Selasa 12 Juni 2018

Apa Makna Tradisi Bermaafan di Lebaran
tribunjateng/dok
KH Mohammad Farid Fad, MSi/Gus Farid Wakil Ketua PW RMI NU Jateng; Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini tanya jawab terkait Ramadan dan Idul Fitri yang dimuat di koran Tribun Jateng, edisi Selasa 12 Juni 2018

Assalamu'alaikum Wr Wb. Ustaz, setiap Lebaran kita selalu bermaaf-maafan. Sebenarnya, apa sih makna dari tradisi ini?

Jawab:

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaannya. Pembaca setia Tribun Jateng, hadirnya momen Idul Fitri mengandung hikmah terjalinnya kembali rajutan silaturrahim sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertaut antar-sesama manusia.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi (HR. Bukhari).

Dalam hadist lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya (HR. Bukhari).

Adapun saling memaafkan di saat Idul Fitri merupakan tradisi yang dianjurkan.

Telah berkata Ibnu Hajar di dalam Al I’ab dan Az-Zayyadi juga as-Syarqowi bahwa mengucapkan selamat (tahniah) di hari raya itu hukumnya sunnah.

Waktunya untuk Idulfitri, dimulai terbenamnya matahari, dengan bersalaman apabila sesama jenis dan menanggalkan prasangka dengan wajah ceria serta berdoa maghfirah (Sayyid Abdur Rahman al-Hadhrami, Bughyatul Musytarsyidin, Beirut: Dar al-Fikr, hlm. 146).

Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih.
Wallahu a’lam bis shawab.

KH Mohammad Farid Fad, MSi/Gus Farid
Wakil Ketua PW RMI NU Jateng; Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin Kendal

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved