Harga Daging Sapi di Kota Semarang Mulai Merangkak Naik

Harga daging sapi mulai mengalami kenaikan menjelang Lebaran 2018, Selasa (12/6/2018).

Harga Daging Sapi di Kota Semarang Mulai Merangkak Naik
Tribun Jateng/M Zainal Arifin
Beberapa jagal sedang memotong daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Penggaron, Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga daging sapi mulai mengalami kenaikan menjelang Lebaran 2018, Selasa (12/6/2018). Kenaikan harga berkisar antara Rp 5 ribu-Rp 10 ribu per kilogramnya.

Seorang pedagang daging di Pasar Johar Relokasi, Fatimah (70) mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi Senin (11/6/2018) kemarin. Harga daging sapi segar naik dari Rp 100 ribu per kilogram menjadi Rp 110 ribu per kilogram.

"Mulai Senin (kemarin, red) harga sudah naik. Biasanya Rp 95 ribu-Rp 100 ribu, sekarang Rp 110 ribu per kilogram," katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi kering dengan kualitas super. Ia mengatakan, harga daging sapi kering semula Rp 110 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Senada disampaikan pedagang lain, Tamara (45). Ia mengatakan, kenaikan harga daging sapi mulai terjadi awal pekan ini yang rata-rata naik Rp 10 ribu per kilogramnya.

"Saya ambil dagingnya dari Boyolali. Dari sana memang sudah naik. Jadi kami pengecernya juga mengikuti saja. Kenaikan biasanya dari H-4 sampai 10 hari selanjutnya," ucapnya.

Sejalan dengan kenaikan harga, permintaan daging di pasaran juga mengalami peningkatan. Tamara mengungkapkan, rata-rata peningkatan jumlah mencapai 25 persen dari jumlah biasanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana mengakui adanya kenaikan permintaan daging di Kota Semarang khususnya menjelang Lebaran 2018 ini.

Biasanya, kebutuhan daging hanya 10-11 ton per harinya. Jumlah tersebut dipenuhi dari RPH Penggaron 5-6 ton. Sisanya dipenuhi dari luar kota yang dibawa para pedagang.

"Sekarang saja, sudah bertambah dari 26 pedagang jadi 34 pedagang. Prediksi kami H-3 Lebaran kebutuhan daging naik 200 persen," katanya.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman warga Kota Semarang dalam mengkonsumsi daging kerbau maupun sapi, Dinas Pertanian rutin melakukan pengecekan setiap harinya. Pedagang harus membawa surat keterangan kesehatan hewan dari RPH yang menjadi tempat pemotongan.

"Setelah masuk di Semarang, juga harus dicek di Klinik. Kalau semua kondisinya baik, pedagang mendapat surat keterangan dari petugas. Dan surat keterangan itu hanya bisa dipakai di Kota Semarang," paparnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help