Home »

Solo

Penumpang Kereta Wisata Jaladara Solo Bisa Berhenti ke Tempat Wisata Solo

Dishub Solo segera mengatur perencanaan agar para penumpang kereta wisata Jaladara dapat berhenti untuk menikmati berbagai lokasi wisata di Solo.

Penumpang Kereta Wisata Jaladara Solo Bisa Berhenti ke Tempat Wisata Solo
tribunjateng.com/galih permadi
SEPUR KLUTHUK SOLO atau Kereta Jaladara untuk wisata dalam kota 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dishub Solo segera mengatur perencanaan agar para penumpang kereta wisata Jaladara dapat berhenti untuk menikmati berbagai lokasi wisata di Solo.

Dishub segera bersosialisasi dengan PT KAI untuk merealisasikan hal tersebut.

Kepala Dishub Solo Hari Prihatno memaparkan, hal tersebut direncanakan setelah Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo ingin wisatawan Solo bisa terus mengunjungi berbagai tempat wisata dan kuliner di Solo. Termasuk Sentra Kuliner New Galabo yang diresmikan Pemkot Solo baru-baru ini.

Termasuk para penumpang kereta wisata Jaladara bisa makan di sentra kuliner New Galabo karena rute Jaladara melewati tempat tersebut pada saat malam hari.

"Kita rundingkan dengan PT KAI, kira-kira bagaimana. Tetapi kira-kira bisa lah," terangnya, Selasa (12/6/2018).

Ia menilai, ide yang dicanangkan oleh Wali Kota Rudy sangat bagus. Tetapi, perlu banyak hal yang harus dipikirkan agar hal tersebut dapat terealisasi.
Di antaranya masalah penerangan, keamanan, hingga saat kereta tersebut berhenti.

"Penerangan itu harus dipikirkan. Karena khusus Sentra Galabo itu kan siang malam. Itu untuk mengakomodir penumpang Jaladara yang malam hari. Tentu juga harus dipikirkan saat berhenti di rel saat penumpang sedang makan, waktunya berapa, dan lain-lain," ujar dia.

Hari pun menjelaskan, pihaknya sudah berpikir bagaimana caranya kendaraan umum dan wisata di Solo dapat mengarahkan penumpangnya memasuki sentra kuliner dan tempat wisata di Solo.

Contohnya yakni mengarahkan angkot-angkot untuk mendekati tempat-tempat tersebut. Tapi menurut Hari hal tersebut tak berjalan mulus.

"Karena, karakteristik di Solo itu kalau sudah malam, angkot tidak laku lagi. Saat siang pernah dicoba tapi gagal," beber Hari.

Hal yang saat ini paling mudah direalisasikan, jelas Hari, adalah menggandeng pelaku wisata untuk mau mengarahkan wisatawan ke tempat-tempat wisata dan sentra kuliner di Solo.

"Itu mudah, dan itu sebenarnya adalah hal yang wajib. Khusus untuk Sentra Galabo ini belum dilakukan karena masih baru dan buka juga saat malam hari," jelas Hari.

Wali Kota Rudy, menambahkan bila ia ingin wisatawan baik lokal maupun luar daerah yang sedang berada di Solo bisa terus mendatangi tempat wisata dan sentra kuliner di Solo. Termasuk Sentra Kuliner New Galabo yang buka malam hari.

"Hal tersebut bisa membuat sentra kuliner menjadi ramai terus, siang ataupun malam. Para pedagang senang, kotanya juga maju," urainya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help