Raih Hibah PPBT 2018, UPGRIS Dampingi Tiga Perusahaan Pemula

Total hibah yang diterima Rp 1,092 miliar untuk pendampingan dan pengembangan inkubator bisnis 3 tenant.

Raih Hibah PPBT 2018, UPGRIS Dampingi Tiga Perusahaan Pemula
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Rektor UPGRIS, Dr Muhdi menunggangi kuda dari kampus menuju Masjid Agung Jawa Tengah, Jumat (10/12/2017) di Hari Pahlawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bulan Juni ini, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) meraih bantuan hibah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PBBT) Tahun 2018 dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Hibah itu melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Total hibah yang diterima Rp 1,092 miliar untuk pendampingan dan pengembangan inkubator bisnis 3 tenant yakni Omah Setrum (Omset) Blora, Zakat Kasih (Zakki) Semarang, dan Lampu Gravitasi (G-Lamp) Yogyakarta.

“Kami bersyukur, UPGRIS menjadi 1 dari 12 perguruan tinggi di Indonesia ini yang kembali memperoleh dana hibah untuk pengembangan inkubator bisnis pada tahun ini. Tahun lalu hanya 2 tenant, kini ada 3 tenant,” kata Rektor UPGRIS Dr Muhdi kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/6/2018).

Bertambahnya jumlahnya proposal yang disetujui dan memperoleh dana hibah perlu disyukuri karena menjadi bagian dari rentetan keberhasilan universitas dalam melakukan pendampingan usaha perusahaan pemula.

"Sesuai dana hibah serta program PPTB Kemenristekdikti, kami akan lakukan pendampingan terhadap 3 tenant tersebut selama setahun. Meski nantinya sudah selesai programnya, kami akan tetap pantau dan lakukan evaluasi terhadap tenant itu,” tandas Muhdi.

Sesuai program, saat ini tim pendamping dari LPPM UPGRIS sudah bekerja.

Itu adalah program hibah yang ditawarkan kepada masyarakat melalui lembaga inkubator perguruan tinggi.

“Tujuan atau sasaran utamanya adalah membantu usaha-usaha pemula yang butuh pengembangan serta dimungkinkan bisa tumbuh secara baik ke depannya. Harapannya kelak produk hilirisasi itu bisa diproduksi secara massal dan dapat dimanfaatkan masyarakat lebih luas lagi,” tuturnya.

Dari rentetan keberhasilan itu, lanjutnya, menjadi penyemangat pula bagi UPGRIS untuk senantiasa mendorong para mahasiswa maupun dosen tak sekadar membuat riset berbentuk karya ilmiah.

Tak sekadar berhenti pada jurnal, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk berteknologi.

"Tahun ini, ada 4 perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memperoleh hibah tersebut. Selain kami, ada Unnes, Undip, dan Unisbank Semarang,” bebernya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help