Anak Guru Jadi Prioritas dalam PPDB 2018, Begini Syaratnya

Aturan itu tertuang dalam pembeberan ketentuan berdasar Surat Keputusan Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Nomor 421/05703.

Anak Guru Jadi Prioritas dalam PPDB 2018, Begini Syaratnya
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Launching Tahun Pelajaran 2018/2019 dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Gedung B Lantai II Kantor Disdikbud Jateng Jalan Pemuda Nomor 134 Kota Semarang, Jumat (8/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anak guru menjadi prioritas dalam penerimaan peserta didik baru (PPBD) mulai dari tingkat pendidikan taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri.

Mereka dapat langsung diterima tapi ada syarat khusus yang harus terpenuhi.

Siswa yang bersangkutan mendaftarkan diri di sekolah tempat orangtuanya mengajar atau orangtuanya menjadi guru di sekolah tersebut.

Previlese itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/6/2018).

Menurutnya, aturan itu tertuang dalam pembeberan ketentuan berdasar Surat Keputusan Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Nomor 421/05703 yang berlaku baik di tingkat SMA maupun SMK negeri di Jawa Tengah.

“Jika anak guru itu tidak mendaftarkan diri di sekolah tempat mengajar orangtuanya, kemudahan itu tidak berlaku. Mereka harus berkompetisi dengan lainnya dan bergantung pada hasil pemeringkatan,” jelas Gatot.

Menurut Gatot, seandainya jumlah pendaftar di lingkup Zona 1 dan Zona 2 ditotal mencapai 90 persen dari kuota (daya tampung) sekolah tersebut, pendaftar yang merupakan anak guru tetap menjadi prioritas.

“Sudah kami atur juga dalam ketentuan itu. Ketika melebihi daya tampung, pihak sekolah penyelenggara dalam PPDB tersebut wajib melakukan seleksi skala prioritasnya. Urutan pertama adalah anak guru. Baru kemudian anak berprestasi lanjut anak dari keluarga kurang mampu,” tukasnya.

Aturan ini agak berbeda dari ketentuan di tingkat TK, SD maupun SMP negeri di Kota Semarang.

Sesuai surat edaran Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Bunyamin, memang ada skala prioritas bagi anak guru.

“Perbedaannya (dari aturan SMA sederajat oleh provinsi), anak guru itu kami masukkan ke kategori pendaftar dari Luar Zona. Jumlahnya sekitar 10 persen dari total daya tampung di tiap sekolah,” jelas Bunyamin secara terpisah.

Pendaftar Luar Zona ini termasuk anak berprestasi serta anak dari orangtua berasal dari luar kota tapi sedang bertugas di Kota Semarang (mutasi).

Kebijakan lain, terkhusus untuk anak guru tidak ada nilai tambah.

“Jadi memang otomatis masuk atau diterima di sekolah tempat yang bersangkutan mendaftar. Tetapi jika itu masih ada sisa kuota. Kalau kuota Luar Zona itu penuh 10 persen, terpaksa harus bersaing dengan lainnya,” paparnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved