Derita di Tengah Gempita Lebaran Warga di Desa-desa Kekeringan

Tetapi bagi penduduk yang mengalami krisis air bersih, lebaran yang bertepatan dengan musim kemarau ini bisa dijalani lebih berat.

Derita di Tengah Gempita Lebaran Warga di Desa-desa Kekeringan
Tribun Jateng/Khoirul Muzakki
Suplai air bersih ke Desa Sidaurip, Kawunganten, Cilacap. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Air bersih jadi kebutuhan vital masyarakat untuk menunjang kehidupan mereka. Di masa lebaran dengan mobilitas masyarakat yang meningkat, kebutuhan air bersih bisa ikut melonjak.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah berkecukupan air, hal tersebut tak jadi soal. Tetapi bagi penduduk yang mengalami krisis air bersih, lebaran yang bertepatan dengan musim kemarau ini bisa dijalani lebih berat.

Menjelang lebaran, warga di sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Kawunganten dan Patimuan Cilacap sudah harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Padahal, musim kemarau baru memasuki periode awal.

Saat armada truk tangki berisi air bersih dari BPBD Cilacap datang, puluhan ibu rumah tangga langsung menyerbu. Mereka mengerumuni tangki sembari menenteng jerigen dan ember untuk wadah air.

Di tengah cuaca yang terik, juga tenggorokan yang kering karena puasa, warga Desa Sidaurip Rt 3/3 Kawunganten rela mengantre hingga selang yang mengalirkan air dari tangki sampai ke mulut jerigen mereka.

"Jumlah armada kami hanya ada dua unit. Jadi mohon bersabar bagi masyarakat yang butuh suplai air bersih karena penjadwalan harus merata," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Martono, Rabu (13/6/2018).

Warga di desa-desa tersebut sudah akrab dengan tangki air bersih. Setiap musim kemarau tiba, mereka selalu dilanda krisis air.

Bukan karena sumur yang tak lagi menyemburkan mata air. Tetapi air di desa-desa tersebut memang tak lbisa dimanfaatkan untuk konsumsi. Air sumur bewarna kuning, berasa asin, dan tak layak dikonsumsi keluarga.

Ironisnya, kondisi air tanah berkualitas buruk bukan hanya terjadi di segelintir desa.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help