Konferwil PWNU Jateng Akan Digelar 7 Juli Mendatang di Gubug Grobogan

PWNU Jawa Tengah akan menggelar Konferwil XV di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Gubug, Kabupaten Grobogan, pada 7 Juli 2018

Konferwil PWNU Jateng Akan Digelar 7 Juli Mendatang di Gubug Grobogan
tribunjateng/wid
Ketua PWNU Jateng Prof Abu Hapsin baca koran Tribun Jateng, Senin 12 Februari 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XV di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Gubug, Kabupaten Grobogan, pada 7 Juli 2018 mendatang.

Kegiatan ini merupakan forum pertanggungjawaban kepengurusan KH Ubaidullah Shodaqoh sebagai Rais Syuriyah dan Prof DR H Abu Hapsin, PhD selaku Ketua Tanfidziyah, masa khidmat 2013-2018.

Ketua panitia Konferwil, Najahan Musyafak menyampaikan, selain sebagai mekanisme formal, Konferwil juga dimaksudkan sebagai bagian dari refleksi, evaluasi serta ruang percakapan tentang strategi-strategi NU ke depan.

"Tantangan kita semakin banyak. Baik dari sisi ideologis, ekonomis maupun konsolidasi internal yang harus terus dikuatkan," kata Najahan, dalam keterangannya, Rabu (13/6/2018).

Dari sisi ideologis, yang terpampang jelas adalah kemunculan gerakan-gerakan radikal di beberapa tempat. Penguatan nilai Islam moderat harus terus dikampanyekan.

“Sebagai bagian dari elemen bangsa, warga NU memiliki tanggungjawab moral untuk bersama-sama menebarkan Islam yang penuh damai dan kasih sayang,” papar staf pengajar Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu.

Dari aspek ekonomi dan kemandirian juga menjadi sorotan. Najahan menuturkan, penguatan ekonomi warga NU menjadi agenda yang terus menerus diestafetkan. Potensi untuk ke arah itu sejatinya, sangatlah besar. Selain karena basisnya yang cukup kuat, kepengurusan di NU menjangkar hingga ke pengurusan ranting di level desa.

Meski didalamnya ada sisi pemberdayaan dan kemandirian, tetapi bukan berarti hal tersebut menafikan sisi kooperasi. Sinergi dengan pihak lain tetap dilakukan.

"Yang barangkali mesti dikonsolidir adalah soal perencanaan dan pengelolaan yang idealnya disertai indikator-indikator yang terukur," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hapsin, PhD mengajak seluruh warga NU untuk bergandengtangan mengawal dan membesarkan organisasi yang berdiri tahun 1926 ini.

“Semangat khittah 1926 menjadi alas perjuangan kita. Itulah jiwa, spirit sekaligus motor penggerak psikis warga NU. Setiap pengurus harus menambatkan semangat ini dalam khidmahnya,” terang Abu Hapsin.

Konferwil, tambah Abu, tidak melulu soal siapa NU dipimpin siapa. Lebih dari itu, ajang ini adalah momentum konsolidasi organisasi dimana program yang baik dipertahankan dan apa yang masih kurang terus diperbaiki dan dicarikan solusinya.

Abu berharap bahwa ke depan, dari periode ke periode, NU tetap istiqomah sebagai motor penguatan nilai-nilai kebangsaan dan senantiasa menunjukan keberpihakannya pada mereka yang lemah. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help