OPINI: Memaknai Bulan Syawal

Sebentar lagi bulan Syawal akan tiba. Bagi umat Islam yang berpuasa pada bulan Ramadan tentu merupakan bulan yang ditunggu-tunggu

OPINI: Memaknai Bulan Syawal
tribun jateng/hermawan handaka
Ribuan umat muslim melaksanakan salat Iduladha 1438 H di Masjid Agung Jawa Tengah, Jumat (1/9). 

Oleh Drs H Mukhamad Umar, MSI

Dosen Sekolah Tinggi Islam Kendal, Ketua P.C. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal

TRIBUNJATENG.COM - Sebentar lagi bulan Syawal akan tiba. Bagi umat Islam yang berpuasa pada bulan Ramadan tentu merupakan bulan yang ditunggu-tunggu, sebab pada tanggal 1 Syawal itulah umat Islam se-dunia merayakannya dengan istilah “Idulfitri”.

Yaitu Hari Raya dimana bagi yang berpuasa pada bulan Ramadan telah diperbolehkan kembali untuk makan, minum dan melakukan segala macam yang menjadi larangan selama berpuasa. Dalam bulan Syawal tersebut juga digunakan untuk ajang silaturrahim, berkumpul bersama keluarga, kerabat serta saudara.

Dengan perasaan suka cita satu sama lain saling berbagi informasi dan pengalaman masing-masing dari mulai pengalaman pribadi yang menyangkut pekerjaan maupun kabar baik dari keluarga masing-masing. Selain itu, bulan Syawal yang secara tradisonal juga dijadikan momentum untuk reuni dengan sesama teman yang dulu pernah duduk di bangku sekolah, teman se-kantor atau teman se-perantauan.

Berdasarkan uraian di atas, lalu apa makna bulan Syawal bagi umat Islam, dan apa saja yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam setelah selama bulan Ramadan menjalankan ibadah puasa?

Bagi umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa tentu sangat berbahagia dengan harapan segala dosa yang dilakukan akan diampuni oleh Allah swt. sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “ Barangsiapa yang menjalankan puasa di bulan Ramadlan dengan disertai iman dan mencari ridla Allah, maka akan diampuni segala dosa yang telah dilakukan”.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, marilah kita kaji lebih dahulu tentang pengertian Syawal baik secara etimologismaupun terminologis agar bisa dipahami, bahwa setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, bagi umat Islam termotivasi untuk senantiasa meningkatkan amal ibadah dan menjalankan berbagai macam keutamaan (fadlilah) yang terdapat di bulan Syawal. Dan diharapkan pula umat Islam dapat lebih meningkatkan peranannya sebagai makhluk sosial yang menebarkan kasih sayang, kedamaian dan ibadah sosal lain sebagaimana terdapat dalam ibadah puasa.

Pengertian dan Makna Syawal

Sebagaimana dikutib dari www.almaany.com Kamus Bahasa Arab online, Syawal adalah bulan kesepuluh tahun Qamariyah yang jatuh setelah Ramadan dengan jumlah 30 atau 29 hari. Syawal berarti naik atau meningkat. Hal ini dikandung maksud, bahwa setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan, diharapkan ada peningkatan amal ibadah dan prestasi pada 11 bulan berikutnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help