Pembangunan Tol Semarang-Batang Terkendala Pembebasan Lahan Makam Klampisan

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, meminta Pemkot Semarang tak lepas tangan terkait pembebasan lahan makam di Klampisan

Pembangunan Tol Semarang-Batang Terkendala Pembebasan Lahan Makam Klampisan
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Ilustrasi pemakaman di jalan tol 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, meminta Pemkot Semarang tak lepas tangan terkait pembebasan lahan makam di Klampisan, Jalan Honggowongso, Kecamatan Ngaliyan. Hingga kini, pembebasan lahan makam yang belum rampung menghambat pembangunan tol Semarang-Batang.

"Seharusnya bisa, Pemkot itu kepanjangan tangan pemerintah pusat. Otomatis, persoalan terkait proses pembangunan menggunakan APBN, Pemkot Semarang harus ikut cawe-cawe, terlibat secara langsung," kata Supriyadi, Selasa (12/6).

Supriyadi mengatakan, Pemkot Semarang harus menjadi mediator terkait pengadaan lahan pengganti makam. Saat ini, makam Klampisan berada tepat di tengah jalan tol Semarang-Batang yang proses pembangunannya telah berjalan.

Belum lama ini, Supriyadi mengaku telah bertemu perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendengar secara langsung terkait pembebasan lahan makam. Menurutnya, lahan makam yang terdampak pembangunan jalan tol itu merupakan tanah wakaf.

"Setidaknya, setelah Lebaran nanti Pemkot sudah berupaya memediasi warga ahli waris agar proses relokasi makam bisa segera selesai," tandasnya.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Suriyati, mengungkapkan, relokasi makam di Klampisan, Kecamatan Ngaliyan, yang tergusur pembangunan jalan tol Semarang-Batang, bukan tanggungjawab Pemkot Semarang.

"Kami tidak menangani relokasi makam yang terdampak jalan tol di daerah Ngaliyan itu. Sebab, makam tersebut dikelola warga. Yang kami tangani sekarang adalah pembangunan Makam Jabungan," katanya.

Menurut Suriyati, banyak makam di Kota Semarang yang dikelola warga. Dia berharap, makam-makam tersebut pengelolaannya bisa ditangani pemerintah sehingga bisa seragam.

"Kalau dikelola warga, bentuk makam pasti bermacam-macam. Termasuk, kalau ada permasalahan, misalnya terdampak pembangunan jalan tol, kami bisa ikut ambil bagian," kata dia.

Pemakaman Klampisan memiliki luas 5.300 meter persegi. Tempat pemakaman ini dikelola Paguyuban Ngarso Ngaliyan. Terkait pembangunan Tol Semarang-Batang, ada 1.300 titik makam yang harus dipindahkan.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Wibowo Suharto mengatakan, pembebasan lahan tol Semarang-Batang mencapai 98 persen.

"Yang masih menjadi kendala (belum dibebaskan), masjid di Beringin dan makam di Klampisan itu. Lainnya tidak ada masalah. Proses penggantian jalan terus," katanya.

Wibowo menuturkan, proses relokasi kedua lahan tersebut tidak bisa diganti uang. Proses penggantian lahan mengharuskan lahan pengganti karena merupakan lahan wakaf. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help