Pengemudi Bus Keluhkan Sepinya Penumpang di Terminal Tipe A Pekalongan

Sepinya penumpang di Terminal Tipe A Pekalongan dikeluhkan pengemudi bus dan pemilik bus, pasalnya dari awal bukan Ramadhan armada

Pengemudi Bus Keluhkan Sepinya Penumpang di Terminal Tipe A Pekalongan
budi susanto
Terminal Tipe A Pakalongan 

Laporan Wrtawn Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sepinya penumpang di Terminal Tipe A Pekalongan dikeluhkan pengemudi bus dan pemilik bus, pasalnya dari awal bukan Ramadhan armada tak pernah dipenuh penumpang.

Ditambah lagi dibukanya tol fungsional yang menbuat para pemudik memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Diterangkan Nuryanto (51) kondektur bus Solo Pekalongan, dari awal bukan Ramadhan hingga H-3 Lebaran armadanya hanya diisi kurang dari 10 penumpang.

"Hingga kini belum ada penumpang padahal jadwal harus tepat, ada tidak ada penumpang harus berangkat," ujarnya saat ditemui Tribun di Terminal Tipe A Pekalongan, Selasa (12/6/2018).

Ia menambahkan, ongkos sewa bus naik hingga 30 persen yang semula Rp 1,7 juta bisa menjadi Rp 2 juta untuk pulang pergi Pekalomgan Solo.

"Dari pemilik bus ongkos sewa memang naik, namun kalau tidak ada penumpang mau bagaimana lagi. Ujung-ujungnya setoran kurang, konduktur dan supir yang menanggung kekurangannya bukannya untuk malah tombok," paparnya.

Sementara itu Jamal (45) pemilik bus menerangkan selain dibukanya tol fungsional terminal bayangan juga mempengaruhi adanya jumlah penumpang.

Terminal Tipe A Pakalongan nampak lengang, Rabu (12/6/2018).
Terminal Tipe A Pakalongan nampak lengang, Rabu (12/6/2018). (budi susanto)

"Sepanjang daerah Limpung hingga Pemalang banyak terminal bayangan, dan bus bus mengambil penampamg di terminal tersebut. Sedangkan kami yang tertip menunggu di terminal tidak pernah kebagian penumpang," katanya.

Pihaknya mengatakan pemerintah harus bertindak tegas untuk menindak terminal-terminal bayangan dan calo-calo bus.

"Karena sangat merugikan kami pemilik bus, kalau kamintidak menaikan tarif saat Lebaran pasti rugi karena ongkos dan bayaran supir juga naik, tapi kalau kami naikkan tidak ada penumpang," kata Jamal.

Jamal menjelaskan tarif bus jelang Lebaran maik 120 persen, yang semula Rp 80 ribu dari Pekalongan ke Solo kini bisa menjadi Rp 180 ribu.

"Semoga saja ada tindakan tergas agar terminal ramai, karena sangat sayang fasilitas di terminal sudah baik, bergitu juga keamanan dan kebersihan namun jika tidak ada penumpang sama saja," terangnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help