Perhiasan Jadi Buruan Masyarakat Jelang Lebaran

Tak sekadar pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran perburuan masyarakat Kota Semarang di hari-hari

Perhiasan Jadi Buruan Masyarakat Jelang Lebaran
ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak sekadar pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran perburuan masyarakat Kota Semarang di hari-hari mendekati Lebaran 2018, untuk berburu perabotan rumah tangga, pakaian, maupun makanan-minuman. Mereka pun tak melewatkan untuk berburu perhiasan. Khususnya kaum hawa.

Sebagian di antara mereka pun cenderung untuk mengupdate perhiasan untuk dapat digunakan pada saat Lebaran sekaligus dijadikan sebagai cara lain menabung. Seperti yang terlihat di belasan toko perhiasan yang berada di Kompleks Pertokoan Pecinan Kota Semarang.

“Untuk suguhan makanan dan minuman tamu-tamu yang datang ke rumah sudah. Daripada uangnya habis untuk berfoya-foya. Saya pilih simpan uangnya ke bentuk perhiasan. Kan kalau misal butuh, bisa dijual lagi,” kata Farida (41), warga Sawah Besar Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Selasa (12/6).

Dia mengutarakan, pada tahun ini dirinya kembali menambah koleksi cincin. Perhiasan itu dipilihnya karena selain disimpan juga bisa dipakai. Total kini ada sekitar 6 cincin yang telah dimilikinya.

“Itu saya belikan cincin dari uang hasil pemberian anak. Lumayanlah jumlahnya, daripada dibelikan baju baru yang sudah terlalu banyak. Mending kan dibelikan perhiasan,” tuturnya yang juga diamini warga lainnya, Sholekah.

Wanita berusia 53, warga Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, itu mengungkapkan, baru membeli 2 cincin baru. Masing-masing seberat 10 gram untuk dirinya dan 3 gram untuk cucu perempuannya.

“Yang ini untuk hadiah. Pas Lebaran mau saya berikan ke cucu. Ini sudah jadi kebiasaan saya setiap Lebaran. Ya sudah 4 tahun terakhir ini. Itu semua uang hasil mengumpulkan selama setahun ini,” bebernya.

Ibu tiga anak itu menyampaikan, kedua cincin yang dibelinya itu pada harga berkisar 495 ribu per gram. Kadar emasnya hanya sekitar 75 persen. Adapun alasan pemilihan cincin dibandingkan jenis perhiasan lain, menurutnya jauh lebih aman cincin.

“Lebih aman cincin menurutnya saya. Ya anggap saja itu tabungan berjalan karena bisa dipakai di jari. Pernah beberapa tahun lalu, uang tabungan dibelikan gelang, tetapi diserobot penjambret saat naik angkutan umum,” ungkapnya.

Di sisi lain, dengan ramainya toko perhiasan, aparat keamanan pun melakukan penjagaan dengan senjata lengkap. Seperti halnya di sejumlah pusat toko penjual perhiasan emas di Kranggan, Semarang, dua polisi tampak berjaga-jaga.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help