Takbiran di Pekalongan Timur Bertemakan Islam Nusantara

Perayaan malam takbir ini sudah dilaksanakan sejak 10 tahun dengan tema yang berbeda-beda, dan kali ini bertema Budaya Islam Nusantara.

Takbiran di Pekalongan Timur Bertemakan Islam Nusantara
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kemeriahan perayaan malam takbiran di Desa Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kamis (14/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Perayaan malam takbiran di Desa Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur, berlangsung sangat meriah.

Tak hanya mengumandangkan takbir, berbagai ikon yang identik dengan hari raya Idulfitri seperti replika al-quran raksasa, replika ketupat raksasa, lampion asmaul husna serta ikon tradisi gunungan wayang, dan warak ngendog diarak sepanjang jalan Landungsari.

Perayaan malam takbir ini sudah dilaksanakan sejak 10 tahun dengan tema yang berbeda-beda, dan kali ini bertema Budaya Islam Nusantara.

"Memang ini sudah menjadi tradisi tahunan warga Landungsari, sudah terlaksana sejak 10 tahun, dan tiap tahunnya berbeda tema kali ini temanya Budaya Islam Nusantara," tutur Ketua Pelaksana Pawai, Khairul Anam kepada Tribunjateng.com.

Baca: Sri Wahyuni, Warga Demak Penderita Tumor Otak Berharap Sembuh saat Idulfitri

Dikatakannya pawai tersebut diikuti dari perwakilan 22 musala dengan ratusan peserta dan masing-masing membuat ikon sesuai kreatifitas.

"Pawai ini dilombakan juga, diikuti dari perwakilan 22 musala yang ada di Landungsari, masing-masing membuat ikon sesuai kreatifitas dan tentunya sesuai tema, dimeriahkan ratusan peserta yang ikut pawai arak-arakan," ujarnya.

Dikatakannya perayaan tradisi malam takbir ini bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya malam takbir untuk menyambut datangnya hari raya Idulfitri.

"Selain menyambut dan menyemarakkan hari raya Idulfitri juga untuk mempererat silaturahmi antar warga," tambahnya.

Pawai keliling sambil menyuarakan takbir ini diakhiri dengan kemeriahan pesta kembang api.

Kemeriahan ini juga ikut dirasakan warga yang melihat, satu diantaranya Soib.

"Sangat ramai dan meriah, saya sebagai warga turut bangga dan senang adanya tradisi seperti ini, sehingga semarak kemenangan hari raya sangat terasa," ujarnya.

Ia juga berharap tradisi tahunan di malam takbir ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya.

"Harus dilaksanakan setiap tahun, karna ini merupakan tradisi yang harus dilestarikan," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help