Hanya Kaum Laki-Laki yang Menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Menara Layur Semarang

Saat pelaksanaan salat Idulfitri, terlihat hanya jemaah kaum laki-laki saja yang berada di Masjid Menara Layur.

Hanya Kaum Laki-Laki yang Menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Menara Layur Semarang
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Ratusan orang menunaikan ibadah salat Idulfitri di Masjid Menara Layur, hari ini, Jumat (15/6/2018) mulai pukul 7.00 WIB. Bangunan masjid tersebut hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki saja. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan orang menunaikan ibadah salat Idulfitri di Masjid Menara Layur, hari ini, Jumat (15/6/2018) mulai pukul 7.00 WIB.

Khatib dan imam salat itu adalah Habib Hasan Al-Fajri yang mana menjadi imam dan khatib tunggal di masjid tersebut.

Masjid yang berada di Jl Layur No 33, Dadapsari, Semarang Utara itu merupakan masjid kuno sarat sejarah yang dibangun ketika orang-orang Yaman datang untuk berdagang sekaligus mensyiarkan agama Islam ratusan tahun lalu.

Hal itu disampaikan oleh seorang Muazin Masjid Menara Ali Mahsun ketika berbincang dengan Tribunjateng.com usai salat Idulfitri.

Masjid yang terletak di perkampungan yang juga disebut sebagai Kampung Melayu tersebut memiliki hal yang sedikit berbeda dari masjid-masjid lain di Kota Semarang.

Baca: Anggota Gereja se-Kota Salatiga Turut Amankan Salat Idulfitri

Saat pelaksanaan salat Idulfitri, terlihat hanya jemaah kaum laki-laki saja yang berada di Masjid Menara Layur.

Tidak ada satupun jemaah atau saf wanita yang terlihat.

“Ini adalah hal yang dilakukan oleh para pendahulu, orang-orang dari Yaman, lakukan turun-temurun. Ada peraturan, bagi kaum wanita sama sekali tidak boleh memasuki bangunan masjid,” jelas Ali.

Hal itu menurutnya secara pribadi, bertujuan agar menjaga kesucian dan perbuatan zina.

“Mohon maaf, semisal ada yang sedang berhalangan untuk salat, itu salah satu hal yang diantisipasi,” timpalnya.

Baca: KH Fahrudin Ingatkan Pentingnya Toleransi saat Beri Cermah Salat Id di Lapangan Pancasila Salatiga

Kaum wanita yang tetap ingin memasuki area masjid diperbolehkan, namun diberikan lokasi yang terpisah dari bangunan.

Area yang diperbolehkan masuk hanya sebatas halaman dan bangunan khusus untuk wanita di dekat halaman.

“Kemungkinan, orang-orang Yaman yang tinggal di Kampung Melayu kebanyakan kaum laki-laki. Ada juga sebuah tradisi lokal yang tidak mengharuskan wanita salat di masjid. Maka, peruntukan Masjid Layur hanya bagi jemaah laki-laki,” pungkasnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help