Takbiran di Posko Bencana Kalibening Banjarnegara Diselimuti Kabut Tebal

Gempa yang terjadi pada April 2018 lalu telah menghancurkan 125 rumah di Desa Kertosari.

Takbiran di Posko Bencana Kalibening Banjarnegara Diselimuti Kabut Tebal
TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA DEWI
Posko bencana yang digunakan warga Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah untuk mengungsi pasca gempa bumi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM,BANJARNEGARA - Api unggun dinyalakan di depan huntara (hunian sementara) posko bencana Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah saat malam takbiran, Kamis (14/6/2018).

Kabut tebal dan sedikit gerimis malam ini membuat penghuni yang merasa dingin membutuhkan kehangatan api unggun.

Tidak hanya itu, arus listrik di Kecamatan Kalibening juga sempat padam dari pukul 17:30-20:10 WIB.

Sehingga selain menghangatkan, api unggun juga digunakan untuk penerangan posko.

Baca: Dalam 37 Hari, 24 Gempa Guncang Kalibening Banjarnegara, BMKG Sebut Fenomena Ini

Takbir pun diserukan di Masjid Darurat tanpa menggunakan pengeras suara.

Gempa yang terjadi pada April 2018 lalu telah menghancurkan 125 rumah di Desa Kertosari.

Sebanyak 400 lebih warga masih mengungsi.

Bahkan hingga hari raya umat muslim 1439 H tiba, warga masih berada di pengungsian.

Bagi mereka, hidup selama dua bulan di pengungsian hingga hari raya umat muslim tiba, begitu meninggalkan jejak kesedihan yang mendalam.

Halaman
12
Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help