Ke Kudus, Icip Sate Kerbau Menara yang Legendaris

Warung Sate Kebo milik Muryati (50) berada di sebelah utara Menara Kudus dengan jarak kurang dari 100 meter.

Ke Kudus, Icip Sate Kerbau Menara yang Legendaris
TRIBUN JATENG/DWI LAYLATUR ROSYIDAH
Ke Kudus, Icip Sate Kerbau Menara yang Legendaris 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Warung Sate Kebo milik Muryati (50) berada di sebelah utara Menara Kudus dengan jarak kurang dari 100 meter.

Masih mempertahankan tampilan klasik dan jauh dari kesan 'modern', namun warungnya cukup ramai.

Pembeli silih berganti mampir untuk menikmati makanan khas Kota Kretek ini. Bangku panjang yang disediakan rasa-rasanya selalu penuh oleh pelanggannya.

"Sebenarnya saya merupakan generasi ketiga yang melanjutkan usaha sate kerbau ini. Pendiri dari 'Sate Kebo Menara' adalah kakek saya, Mbah Supar," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/6/2018).

Satu porsi sate dadi warung 'Sate Kebo Menara' yang sudah berusia 80 tahun lalu tersebut dipadukan dengan bumbunya yang khas, yakni kelapa parut 'srondeng' dan kacang.

Rasanya gurih cenderuh manis, sebab dalam pengolahan daging kerbau ini dipotong lalu 'digepuk' alias ditumbuk dan direndam dengan gula merah.

Tekstur sate berwarna hitam khas kerbau ini kenyal namun empuk. Berbeda dengan daging sapi yang cenderung berwarna lebih terang.

Selain itu rempah yang digunakan juga lebih beragam, yakni tumbar, jinten, kemiri, bawang merah, bawah putih, laos dan lainnya. Serta semakin lengkap dengan bumbu rahasia.

Warung ini buka mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan terkadang tutup lebih awal sebab sudah habis.

Halaman
123
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help