Ribuan Orang Tumpah Ruah Ikuti Kirab Budaya Sambut Bulan Syawal di Pekalongan

Selain hasil bumi, tari-tarian dan musik tradisional turut dipertunjukan dalam arak-arakan

Ribuan Orang Tumpah Ruah Ikuti Kirab Budaya Sambut Bulan Syawal di Pekalongan
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Arak-arakan yang dilakukan masyarakat di Jalan Linggoasri Paninggaran untuk menyambut bulan Syawal, Sabtu (22/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan orang tumpah ruah sepanjang jalan Linggoasri Paninggaran Kabupaten Pekalongan, hasil bumi mereka arak menuju obyek wisata Linggoasri.

Walaupun harus melalui jalan menanjak hampir 1 kilometer lebih, namun tak nampak wajah kelelahan orang-orang yang mengikuti rombongan arak-arakan tersebut.

Selain hasil bumi, tari-tarian dan musik tradisional turut dipertunjukan dalam arak-arakan.

Sampainya di tengah lokasi wisata Linggoasri hasil bumi dijejer untuk dibagikan ke masyarakat, selain gunungan hasil bumi terdapat pula nasi megono raksasa yang bisa dinikmati masyarakat.

Usai didoakan ribuan orang langsung menyerbu gunungan hasil bumi yang ada ditengah-tengah lapangan. Sedikit nampak ricuh karena ribuan orang saling berdesakan merebut gunungan tersebut.

Walaupun demikian beberapa orang yang ikut berebut hasil bumi nampak senang, bahkan ingin datang dan melakukan hal serupa tahun depan.

"Setiap tahun saya datang ke Linggoasri untuk mengikuti arak-arakan dan berebut gunungan guna menyambut bulan Syawal," papar Wawan (38) satu di antara peserta kirab budaya, Sabtu (23/6/2018).

Wawan menuturkan hasil bumi seperti sayuran yang ia dapatkan saat kirap akan dimasak dirumahnya.

"Nanti akan saya masak dirumah, tahun depan saya akan ikut arak-arakan lagi," imbuhnya.

Sementara itu Rumi (60) peserta lainya terlihat membawa satu ikat padi beserta sayuran, sembari menenteng padi ia mengatakan tak kapok walaupun berdesakan dengan ribuan orang.

"Saya warga asli Linggoasri jadi sangat senang dengan adanya acara kirab ini, kalau berdesak-desakan sudah biasa," paparnya.

Arak-arakan yang dilakukan masyarakat di Jalan Linggoasri Paninggaran untuk menyambut bulan Syawal, Sabtu (22/6/2018).
Arak-arakan yang dilakukan masyarakat di Jalan Linggoasri Paninggaran untuk menyambut bulan Syawal, Sabtu (23/6/2018). (Tribunjateng.com/Budi Susanto)

Adapun Bupati Pekalongan Asip Kholbihi akan menjadikan agenda kirab budaya menyambut bulan Syawal sebagai agenda wisata.

"Ini agenda rutin, kekayaan budaya dan kuliner bisa dijadikan agenda wisata. Selain megono yang menjadi makanan khas Pekalongan, arak-arakan sambut bulan Syawal bisa jadi daya tarik bagi wisatawan lokas ataupun manca negara," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved